Jumat, 30 Agustus 2019

Penutupan PBAK; Mahasiswa Asal Thailand Hibur Peserta. Fakshi Juara Umum


Humas IAIN Parepare --- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (IAIN) Parepare yang berlangsung selama 4 hari ditutup hari ini, Jumat, 30/8/2019. Rektor IAIN Parepare, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin menutup secara resmi kegiatan tersebut sekitar jam 17.30 wita.









Hadir dalam acara penutupam kegiatan PBAK sejumlah pejabat, diantaranya Wakil Rektor Bidang AUPK, H. Sudirman L., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. Muhammad Saleh sekaligus penanggung jawab PBAK, para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Ketua LPM, Ketua LP2M, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Kepala TIPD, Ketua PBAK, Iskandar, para Ketua Prodi, dan sejumlah dosen lainnya.









Sitti Jamilah Amin dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada mahasiswa baru yang telah melewati proses PBAK dengan penuh semangat dan telah resmi menyandang mahasiswa IAIN Parepare. Pelaksanaan PBAK tahun 2019 dinilai Sitti Jamilah Amin telah berjalan lancar dan sukses. "Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran dan waktunya dalam pelaksanaan PBAK ini. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras panitia, sehingga pelaksanaan PBAK ini sukses," paparnya di depan ribuan mahasiswa baru.









Hal serupa disampaikan Penanggung jawab PBAK, H. Muhammad Saleh sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Melalui pesan whatshapp yang di upload di grup whatshapp Akademia IAIN Parepare, H. Muhammad Saleh menuliskan "terima kasih atas kerjasama semuanya dengan bekerja bersama dengan bekerja bersama PBAK sukses dan ini sukses kita bersama. Maaf bila ada hal yang tidak yang tidak berkenan, tidak sesuai harapan kita. Sekali lagi terima kasih. PBAK tidak sukses dan berjalan lancar tanpa kebersamaan. #SuksesPBAK".









Rangkaian acara penutupan PBAK tahun 2019 berlangsung seru dan semarak. Khususnya pada saat peserta menyelesaikan ajang lomba bakat dan pembacaan juara lomba. Muh. Ali Rusdi yang membaca pengumuman juara-juara lomba disambut yel-yel dan teriakan peserta. Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang langsung bergemuru ala stadion sepak bola. Dengan suara lantang, Muh. Ali Rusdi membacakan hasil keputusan juri yang diketuai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin.





Tak kalah menariknya adalah penampilan mahasiswa asal Thailand yang turut berpartisipasi dalam memberikan hiburan kepada peserta PBAK. Tampil berenam, mereka berlenggak lenggok ala Melayu di atas panggung membawakan nasyid dan lagu Thailand. Serentak, para peserta memberikan tepuk tangan meriah atas penampilan mereka.





Sementara hasil lomba dalam ajang lomba bakat antar fakultas adalah





PEMENANG LOMBA BARZANJI:





  1. FAKSHI (Nilai 83)
  2. FUAD (Nilai 82)
  3. FAKTAR (Nilai 80)
  4. FEBI (Nilai 79)
    PEMENANG LOMBA PIDATO:
  5. FAKSHI (Nilai 87)
  6. FAKTAR (Nilai 85)
  7. FUAD (Nilai 84)
  8. FEBI (Nilai 72)
    PEMENANG LOMBA NASYID:
  9. FAKTAR (Nilai 90)
  10. FUAD (Nilai 89)
  11. FEBI (Nilai 88)
  12. FAKSHI (Nilai 87)
    PEMENANG LOMBA HYMNE/MARS:
  13. FEBI (Nilai 90)
  14. FAKTAR (Nilai 85)
  15. FAKSHI (Nilai 83)
  16. FUAD (Nilai 80)
    PEMENANG LOMBA YEL-YEL:
  17. FAKTAR (Nilai 91)
  18. FAKSHI (Nilai 88)
  19. FUAD (Nilai 84)
  20. FEBI (Nilai 83)
    PEMENANG LOMBA JINGLE:
  21. FAKSHI (Nilai 85)
  22. FEBI (Nilai 84)
  23. FAKTAR (Nilai 82)
  24. FUAD (Nilai 80)
    ** JUARA UMUM: FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM ISLAM

Training Online Aplikasi E-Budgeting Subbag POH


TIPD - Pada hari jumat ( 30/08 ) Sub.bag POH bekerjasama dgn UPT. TIPD melaksanakan online training penggunaan aplikasi perencanaan dan anggaran, Kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan sarana teleconfrence host to host dari ruang training upt TIPD dan  meeting room perusahaan startup pengembang aplikasi ebudgeting di Kota Bandung, Jawa Barat. Adapun peserta training ini diikuti oleh Hasim dan Akmal Ibrahim Ka. Subbag dan staff Perencanaan Organisasi dan Hukum, didampingi staff UPT. TIPD IAIN Parepare selaku co-trainer. Materi sendiri dari awal sampai akhir dibawakan langsung oleh Bapak Ahmad Daniel,  selaku CEO perusahaan.





Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh dan detail terkait penggunaan aplikasi perencanaan dan anggaran. Kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka virtual ini secara detil membahas beberapa sub materi aplikasi diantaranya; menambah data RKAKL, Menambah data detail kegiatan tiap unit kerja, mengenerate kegiatan otomatis dari MAK, mengisi usulan anggaran per detail kegiatan, mengedit dan menghapus data. Menurut narasumber yang merupakan konsultan IT internasional ini ;





Intinya aplikasi ebudgeting ini mencover sistem perencanaan dari hulu ke hilir , dan bisa diintegraikan dengan modul lain di sistem yang sama, misalkan modul kepegawaian atau modul keuangan dan akuntansi, sehingga bisa lebih akuntabel, lebih lanjut menurut beliau “ sistem ebudgeting ini merupakan subsistem dari sistem anggaran, ini sangat diperlukan oleh sebuah institusi untuk mengontrol perencanaaan dan juga termasuk juga penyerapan anggaran pada setiap unit kerja. Untuk memudahkan analisis dan monitoring, kegiatan didefiniskan dan di kelompokkan menjadi beberapa level yaitu ; Level kebijakan, level komponen atau program, level kegiatan dan level mata anggaran kegiatan, jika bisa laksanakan oleh semua komponen yang terlibat, aplikasi ini didesain untuk mampu memecahkan persolan-persoalan di perencanaan dan keuangan jika dapat di implementasikan dengan tepat, tutup alumni teknik elektro ITB ini.





Hasim, Kasubbag OPH




Hasim selaku kasubbag perencanaan, organisasi dan hukum ( POH ), yang berkepentingan langsung terhadap aplikasi tersebut, menambahkan ;





Urgensi dilaksanakannya kegiatan ini dalam rangka pengembangan dan inovasi perencanaan, untuk mendapatkan hasil perencanaan yang akurat berbasis kebutuhan, buttom - up, dan untuk mengatasi kesulitan pengumpulan program kerja yg dirasakan selama ini, dengan menggunakan cara - cara manual dan semi manual, selain itu pimpinan terkait juga dapat dengan mudah memonitor progres perencanaan dan penyerapan anggaran secara realtime dan mobile, yang selama ini hampir mustahil dilakukan tanpa menggunakan teknologi informasi, Insya allah tahun ini kami sudah mulai menjalankan aplikasinya di internal perencanaan, meskipun belum melibatkan seluruh unit kerja, karena anggaran sudah telanjur berjalan. Dengan persetujuan pimpinan, tahun depan kami akan melakukan sosialisasi di semua unit kerja dan memastikan semua data usulan sudah terinput di aplikasi dan dapat terpantau oleh pihak perencanaan dan pimpinan insitusi sebelum Rapat Kerja tahunan dilaksanakan” tutup alumni Magister Manajemen SDM UMI ini.





Ditempat yang sama, Sufyaldy selaku kepala UPT. TIPD , unit yang bertanggungjawab terhadap tatakelola Teknologi Informasi di IAIN Parepare, menjelaskan ;





Aplikasi ebudgeting, yang merupakan sub modul anggaran ini sebetulnya sudah ada dan direncanakan untuk di implementasikan sejak tahun 2018 lalu, akan tetapi karena infrastruktur server dan jaringan yang belum siap pada saat itu, serta masih ada beberapa bugs error di aplikasi, sehingga masih tertunda.  Akan tetapi merespon persoalan perencanaan yang semakin kompleks dan antusiasme dari pihak perencanaan untuk segera mengimplementasikan sistem ini, kita tetap upayakan aplikasinya sudah bisa berjalan tahun ini, sambil disempurnakan. Hampir mustahil perencanaan bisa menghasilkan output yang benar dan tepat, tanpa data yang memadai yang menjadi bahan baku informasi yang valid dan berkualitas dan itu membutuhkan dukungan teknologi informasi sebagai enabler.

Kedepannya diharapkan software RKAKL buatan Kementerian keuangan juga sudah membuka webservice aplikasinya, sehingga memungkinkan untuk integrasi data host to host dengan aplikasi ebudgeting ini secara otomatis, selama ini pihak perencana harus melakukan entry ulang form anggaran yang sangat menyita waktu dan tenaga. Dari sisi arsitektur aplikasi, ebudgeting yang kita gunakan saat ini sangat mungkin diintegrasikan dengan aplikasi luar, termasuk aplikasi RKAKL sendiri, bahkan jika dikembangkan lebih jauh, aplikasi berbasis ERP ini mampu mengintegrasikan semua subsistem bisnis proses yang ada di internal eksternal institusi, karena teknologi aplikasinya sudah menggunakan standar industri dan dukungan komunitas dokumentasi yang sangat luas.






Kamis, 29 Agustus 2019

Wujudkan Mahasiswa Bebas Narkoba, PBAK IAIN Parepare Libatkan TNI


Humas IAIN Parepare--Narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa karena menjadi salah satu senjata yang dapat melumpuhkan bangsa. Narkoba menyasar semua kalangan terutama kalangan remaja sebagai penerus bangsa. Untuk itu perlu penanganan sejak dini dengan memberikan pengetahuan kepada generasi muda tentang bahaya narkoba.





Demikian yang disampaikan oleh kapten Abdul Sadar g, komandan Damramil 1405 /Soreang Kota Parepare saat menjadi pemateri di kegiatan PBAK 2019 di gedung Auditorium IAIN Parepare, rabu (28/08).





Awalnya materi mengenai ancaman integrasi bangsa, bahaya narkoba dan korupsi dibawakan oleh Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, SH,  MH Komandan Kodim 1405 Mallusetasi tetapi karena urusan yang mendesak sehingga diwakilkan.





mahasiswa baru sangat antusias mengikuti materi anti Narkoba




Abdul Sadar Mengatakan bahwa jenis narkoba yang tersebar di
Indonesia yang paling banyak adalah jenis sabu-sabu.





“terutama dikalangan remaja yang paling diminati itu jenis
sabu-sabu sehingga perlu adanya pembinaan mengenai bahaya narkoba jenis ini. Apalagi
perguruan tinggi kini menjadi sasaran oleh pengedar” tambahnya.





Abdul sadar juga menjelaskan “Adapun masuknya narkoba di
negara kita ini dapat melalui turis asing, diplomat, utusan kesenian dan
pertukaran pelajar antar negara. Sehingga yang menjadi tujuan utama masuknya
narkoba di negara kita itu adalah melalui perguruan tinggi”.





Sehingga salah satu cara untuk menangkal bahaya narkoba adalah dengan taat beragama atau cukup iman. Mahasiswa perlu diberi benteng pertahanan untuk bisa menolak segala bujuk rayu dari narkoba tersebut.





Apalagi, daya rusak narkoba lebih besar daripada tindak
pidana korupsi maupun terorisme. Untuk itu ancaman narkoba harus ditangani
secara intensif dengan mengoptimalkan seluruh komponen, terutama unsur
pemerintah dan lembaga negara.” Ungkap Abdul sadar


Rabu, 28 Agustus 2019

Tiga Mimpi Rektor IAIN Parepare


HUMAS IAIN Parepare--- Setiap orang memiliki mimpi, dalam lirik lagu Laskar Pelangi oleh Giring Nidji mimpi itu kunci untuk menaklukan dunia. Dengan adanya mimpi seseorang akan jadi lebih tahu tujuan hidupnya seperti mimpi yang dimiliki oleh Rektor IAIN Parepare DR Ahmad Sultra Rustan.
Tiga mimpi besar Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan disampaikan di hadapan ribuan mahasiswa peserta Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (27/08).
Ketiga mimpi tersebut diharapkan dapat terwujud baik pada kepemimpinannya maupun pada kepemimpinan rektor selanjutnya. Adapun tiga mimpi tersebut di antaranya pertama, IAIN Parepare memiliki rumah sakit Islam, kedua dibangunnya kampus dua di lokasi 50 hektar dan terakhir IAIN Parepare menjadi dambaan bagi masyarakat.
Yenni, salah satu mahasiswa fakultas Tarbiyah pada sesi tanya jawab menyampaikan pertanyaan tentang bagaimana menghasilkan alumni berkualitas?
Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Rektor dengan rasa optimis.
“Kita harus perbaiki proses pembelajaran dan melengkapi sarana dan prasarana termasuk dosen. Dosen di sini ketika kita harus terima, diuji dulu. Tidak ada bilang karena keluarganya Rektor jadi diterima, itu tidak ada. Dosen luar biasa itu juga dites, kita tidak menerima dosen asal-asalan. Kita melihat kualitasnya makanya mahasiswa juga harus kita lihat kualitasnya, bersyukurlah Anda diterima berarti Anda semua mahasiswa berkualitas,” jelas Ahmad yang disambut tepuk tangan oleh ribuan peserta, mengingat untuk tahun 2019 minat pendaftaran IAIN Parepare mencapai 10.000 orang.





Sisi paling kanan, Rektor IAIN Parepare DR. Ahmad Sultra Rustan, M. Si





Selain menjelaskan stuktur lembaga, fakultas dan program studi yang dimiliki IAIN Parepare, Ahmad juga menjelaskan visi IAIN Parepare.
“Kalau kita katakan akulturasi budaya dan Islam maka budaya-budaya yang ada di Indonesia yang akan diislamkan. Kalau kita katakan Akulturasi Islam dan budaya, Islam ini yang dimasuki budaya, padahal tidak. Justru Islam lah yang akan mempengaruhi budaya makanya visi IAIN Parepare adalah Akulturasi Islam dan Budaya,” ucapnya.
Di akhir penyampaian materi arah kebijakan IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan juga mengingatkan kepada mahasiswa agar menjauhi rokok, narkoba dan tetap memenuhi amanah orangtua dengan kuliah bersungguh-sungguh.
“Anak-anakku sekalian, selain rokok jauhi narkoba. Jangan sekali-kali mendekati narkoba karena yang dicuragai pengguna narkoba, suatu saat kita akan datangkan dokter untuk memeriksa yang bersangkutan. Kalau kedapatan maka dia akan terkena sanksi berat dan dia akan dipecat sebagai mahasiswa IAIN Parepare tanpa surat pindah,” tegasnya. (hyn)


Selasa, 27 Agustus 2019

Peserta PBAK IAIN Parepare Bentuk Konfigurasi Cinta NKRI


Humas IAIN Parepare --- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun 2019 mengusung tema "Membingkai NKRI dengan Moderasi Beragama". Tema ini mewarnai rangkaian acara pembukaan PBAK yang digelar hari ini, Rabu, 28/8/2019 yang berpusat di Auditorium IAIN Parepare.









Salah satu bagian yang menarik perhatian pada acara pembukaan, yaitu aksi selebrasi mahasiswa baru. Mereka melakukan aksi selebrasi dengan membentuk konfigurasi cinta NKRI. Melalui komando pengarah acara, kelompok mahasiswa baru yang memenuhi ruangan, bergerak serentak dan teratur membentuk formasi bendera merah putih dan tulisan IAIN. Konfigurasi ini berulang 3 kali dan memperlihatkan hasil yang cukup memukau.









Rektor dan para pejabat lainnya yang berada di atas panggung merasa takjub dan senang melihat selebrasi mahasiswa yang sangat kreatif itu. Sontak, hadirin memberikan aplaus yang meriah kepada mahasiswa baru. Bahkan Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan memberikan apresiasi dan pujian secara langsung atas kreatifitas mahasiswa tersebut.





Tentu saja, selebrasi di atas bukan sekedar hiburan. Tetapi menjadi simbol dari para generasi muda, khususnya mahasiswa yang mencintai negaranya dengan sepenuh jiwanya. Mahasiswa baru sedang menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam dirinya. Mereka sedang menemukan jadi dirinya yang sesungguhnya sebagai generasi bangsa.









Tema NKRI dan moderasi beragama yang diusung dalam kegiatan PBAK tahun 2019 ini merupakan wujudkan komitmen dan konsistensi IAIN Parepare terhadap keutuhan NKRI dalam bingkai keberagaman agama. Melalui pelaksanaan PBAK, mahasiswa dibekali dengan semangat patriotisme, nasionalisme dan cinta NKRI. Pananaman nilai-nilai kebangsaan dikenalkan sebagai budaya kampus, agar mahasiswa tidak terjebak pada idiologi yang anti NKRI dan anti Pancasila.





Atmosfer semangat patriotisme dan nasionalisme mahasiswa baru dikokohkan bukan saja melalui materi, tetapi juga terpatrikan dari berbagai tool atau game yang sediakan pengarah acara. Salah satunya melalui tagline PBAK yang berbunyi "teguh dalam kebenaran, tegar dalam perjuangan dan toleran dalam keberagaman". Tagline ini akan menjadi teriakkan pembakar semangat setiap saat kepada peserta PBAK. Pengarah acara akan meneriakkan tagline ini, dan akan dibalas yel-yel mahasiswa baru dengan gerakan yang penuh semangat.





Penanaman moral nasionalisme ini disertai dengan nilai-nilai moderasi beragama. Mahasiswa diajak untuk mengedepankan pemahaman agama yang moderat, toleran, dan damai. Bukan beragama yang radikal dan intoleran. Mengajarkan nilai dan sikap-sikap moderasi beragama di kampus akan mencegah generasi muda, khususnya mahasiswa menjauhi cara beragama yang intoleransi, ektremisme dan radikalisme yang bisa mencabik kerukunan umat beragama di Indonesia.





Tema PBAK ini, sejalan dengan visi Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim yang gencar mengkampanyekan gerakan moderasi beragama di Indonesia sejak tiga tahun terakhir. Salah satu ucapan beliau yang perlu penghayatan adalah "Berindonesia hakikatnya beragama dan beragama hakikatnya berindonesia. Agama apapun pasti menekankan pada nasionalisme dan cinta Tanah Air. Indonesia merupakan negara religius dan agamis, bukan sekuler.


1.829 Peserta Ikuti Pembukaan PBAK 2019 IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare--Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dibuka secara simbolik oleh Rektor IAIN, Dr, Ahmad Sultra Rustan, M.Si di gedung Auditorium IAIN,  Selasa (28/08).





Pembukaan PBAK ini ditandai dengan penumbukan padi oleh Rektor, para wakil rektor, Kepala Biro AUAK dan Ketua Panitia PBAK. Kemudian penyerahan atribut peserta oleh Rektor IAIN Parepare.









Dr. Iskandar, M.Sos.I. selaku ketua
panitia PBAK dalam laporannya menjelaskan bahwa 1.829 Mahasiswa yang mengikuti
Kegiatan ini yang terbagi dari 3 unsur. Unsur pertama terdiri dari mahasiswa
baru sebanyak 1.799, unsur kedua dari mahasiswa angkatan sebelumnya sebanyak 24
Orang dan yang ketiga dari mahasiswa thailand (Asing) sebanyak 6 Orang.





Rencananya kegiatan PBAK ini akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 27-30 Agustus 2019. “dalam kegiatan ini ada 8 materi yang telah disusun oleh panitia, diantaranya enam materi dari internal kampus dan 2 materi dari eksternal kampus” jelas iskandar saat memberikan laporan.









Adapun tema kegiatan PBAK kali ini
adalah membingkai NKRI dengan Moderasi Beragama dengan tegline Teguh dalam
kebenaran, tegar dalam Perjuangan dan Toleransi dalam keberagamaan” Tambahnya
lagi.





Dalam kesempatan sambutannya, Rektor IAIN Parepare juga menyuguhkan beberapa pantun. Salah satunya “Hari malam gelap gulita, pasang lilin jalan ke kebun pare, sopan santun budaya kita, jadi kembagaan IAIN Parepare.”









Ahmad Sultra Berpesan kepada
seluruh peserta PBAK bahwa perguruan tinggi ibaratnya makhluk yang akademis,
dimana mahasiswa ditempa menjadi seseorang yang intelektual dan menjadi
pemimpin dimasa yang akan datang.





Rektor juga berpesan ada juga satu budaya kita yang perlu dipelihara pada saat pelaksanaan kegiatan ini yaitu senantiasa memelihara budaya kebersihan.






INSTRUMEN PENILAIAN PBAK 2019



Klik Untuk Masuk Ke Form Penilaian https://forms.gle/ZC3P9NT5XSBda4M5A











Senin, 26 Agustus 2019

Info PBAK 2019: Pembagian Kelompok



Perpanjangan Batal Tambah KRS dan Batas Pendaftaran KPM


Humas IAIN Parepare --- Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengeluarkan kebijakan baru pada bidang akademik, yaitu melakukan perpanjangan batal tambah KRS bagi mahasiswa. Perpanjangan ini berlaku selama 2 hari, yaitu tanggal 27-28 Agustus 2019.









Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Budiman mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk memberikan kesempatan kepada; 1) Mahasiswa yang ingin melakukan perbaikan centang KRS yang salah; 2) Mahasiswa yang sudah membayar UKT tetapi belum melakukan centang KRS; 3) Mahasiswa yang merubah program KPM dan memilih perkualihan dan sebaliknya, Mahasiswa yang merubah program perkuliahan dan memilih KPM.





Informasi tersebut dibenarkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Sitti Jamilah Amin melalui pesan via whatshappnya. "Benar ada perpanjangan waktu batal tambah KRS bagi mahasiswa, yaitu tanggal 27-28 Agustus 2019. Pihaknya pun sudah menginstruksikan kepada masing-masing Dekan Fakultas untuk mengumumkan hal tersebut kepada mahasiswa".





Demikian halnya pendaftaran KPM. Wakil Rektor menyebut mempanjang waktu pendaftaran selama 2 hari, yaitu tanggal 27-28 Agustus 2019. Perpanjangan waktu pendaftaran KPM ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih program KPM atau memilih perkuliahan.





Keputusan pimpinan ini langsung di follow up secara teknis oleh pimpinan fakultas. Kepala Sub Bagian AKA Fakultas Tarbiyah, Muh. Arsyad telah mengeluarkan pengumuman dengan meminta kepada mahasiswa untuk segera melapor ke bagian akademik agar ditindaklanjuti. Pengumuman yang sama, juga telah dilakukan di FUAD, FAKSHI dan FEBI.


Pelaksanaan PBAK IAIN Parepare 2019 Menerapkan Konsep Ramah Lingkungan


HUMAS IAIN
Parepare---Ribuan mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
mengikuti pra PBAK di Auditorium IAIN Parepare, Senin (26/08). Rencananya, pembukaan
Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Parepare akan dilakukan besok, Selasa 27 Agustus 2019.









Para panitia mempersiapkan segala keperluan acara demi suksesnya pelaksanaan PBAK IAIN Parepare tahun 2019. Dalam pra PBAK ini, panitia mensosialisasikan segala aturan dan gambaran pelaksanaan kegiatan kepada peserta PBAK.





Dr. Iskandar, S. Ag., M. Sos. I




Ketua Panitia,
Iskandar mengungkapkan jumlah peserta PBAK untuk tahun ini mencapai 1.850
orang.





“Semoga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita mampu menjaga kebersamaan terutama para pendamping harus proaktif mendampingi kelompoknya," harapnya.





Iskandar juga mengingatkan kepada peserta agar memperhatikan mengisi daftar hadir (absen) selama kegiatan berlangsung. Hal ini dikarenakan, kegiatan PBAK merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti bagi seluruh mahasiswa IAIN Parepare.





“Jadi ada
kategori lulus, lulus bersyarat dan tidak lulus dan pemberian sanksi itu sanksi
edukatif” ucap Iskandar di depan ribuan peserta PBAK IAIN Parepare.





Dr. H. Muhammad Saleh, M. Ag




Wakil Rektor III IAIN Parepare sekaligus penanggungjawab kegiatan PBAK, Muhammad Saleh menegaskan tidak ada kekerasan atau perpoloncoan dalam PBAK sama seperti pada tahun sebelumnya. Namun, PBAK tahun ini memiliki perbedaan yakni pelaksaanan kegiatan PBAK yang lebih ramah lingkungan.





“Selama kegiatan di Auditorium ini bisa mengandalkan cahaya matahari, Insyaa Allah pagi dan sore tidak dibutuhkan lampu. Selain itu, PBAK tahun ini mengurangi penggunaan plastik. Kenapa? Karena perguruan tinggi IAIN Parepare harus peduli lingkungan, harus peduli kebersihan,” jelas Muhammad Saleh saat ditemui di lokasi pra PBAK.













Pelaksanaan PBAK IAIN Parepare akan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2019 dengan mengangkat tema Teguh dalam Kebanaran, Tegar dalam Perjuangan, Toleran dalam Beragama. Selama empat hari pelaksanaan, selain menghadirkan narasumber dari dalam kampus juga menghadirkan narasumber dari luar kampus seperti Prof. Dr. M. Arsykal Salim AP, M. Ag (Direktur PTKI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI),  Prof. Dr. Irfan Idris, M. Ag (Direktur Deredikalisasi BNPT Pusat dan Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, SH., M.H (Komandan Kodim 1405 Mallusetasi). (hyn)





Baca Informasi terkait:





Kode Etik Mahasiswa IAIN Parepare





Buku Panduan PBAK 2019


Buku Panduan PBAK 2019



Kode Etik Mahasiswa IAIN Parepare



Rabu, 21 Agustus 2019

Rapat Akademik, Berikut ini Arahan Rektor kepada Dosen


Humas IAIN Parepare --- Memasuki awal semester gasal tahun akademik 2019-2020, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Rapat Akademik Dosen di Aula Serba Guna, Rabu, 21/8/2019. Seluruh dosen, baik yang bersatus PNS, PPNPN, dan dosen luar biasa hadir dalam rapat akademik tersebut. Selain itu, Rapat akademik ini, juga dihadiri para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT, Kepala Bagian dan Kasubbag.









Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin memimpin pelaksanaan rapat tersebut. Rapat Akademik Dosen merupakan forum konsolidasi bagi dosen-dosen yang dilaksanakan sebelum memasuki masa perkuliahan. Forum rapat akademik ini menjadi ajang orientasi pimpinan sekaligus forum aspirasi bagi dosen dalam menjalankan tugas pokoknya, yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi.





Dalam pengarahannya, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menyampaikan banyak hal terkait dengan kebijakan dan dinamika perkembangan yang telah dan akan dihadapi di kampus.





Pada awal sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada dosen yang telah melaksanakan tugas dan fungsinya. Menurutnya, apa yang dicapai IAIN Parepare hari ini adalah kontribusi semua pihak, khusus para dosen dalam melaksanakan tugas pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian.









Salah satu yang menarik dikemukakan Rektor dalam arahannya yaitu masalah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, tusi dalam bidang pendidikan tidak ada masalah, tetapi pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Rektor menilainya ada masalah. Beliau secara khusus menyoroti masalah hasil penelitian. "Hasil penelitian dosen hanya menjadi tumpukan sampah di LP2M. Hanya berujung dan berakhir sebagai laporan, setelah Itu tidak bermanfaat lagi," papar Rektor.





Ke depannya, Rektor berharap hasil penelitian dosen bukan semata menghasilkan output, tetapi yang terpenting hasil penelitian tersebut memberikan manfaat (outcome). Setidaknya, hasil penelitian itu diejawantahkan dalam bidang pengabdian masyarakat atau pun bidang lainnya. Rektor menantang dosen untuk melakukan penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan secara nyata dalam bidang pendidikan dan pengabdian.









Pada kesempatan ini pula, Rektor menyampaikan keterbukaannya dalam memimpin kampus dengan mempersilahkan para dosen untuk tetap berpikir kritis. "Silahkan berpikir kritis, tetapi kritis yang konstruktif, yaitu berpikir dengan memberikan solusi dari setiap masalah yang ada. Bukan sebaliknya, berpikir sinis apa lagi apatis," papar Rektor. Hanya dengan sikap proaktif, konstruktif dan kebersamaan para dosen, maka kemajuan kampus dapat tercapai.





Memasuki semester baru, Rektor telah menyiapkan berbagai program. Salah satu rencananya adalah melakukan pembaruan sistem informasi kampus (Sisfo). Rektor menyampaikan aplikasi sistem informasi berbasis internet yang digunakan selama ini tidak mampu lagi menampung pengelolaan data yang dikebutuhan, salah satunya aksesbilitas dengan sistem Forlap Dikti yang tidak singkron. Untuk itu, beliau akan meng-upgrade sistem informasi yang lebih mutakhir. "





Selain hal tersebut, Rektor juga menyampaikan rencananya untuk melakukan penambahan tenaga dosen melalui seleksi dosen PPNPN pada pertengahan semester gasal tahun ini. "Rasio jumlah dosen kita belum ideal, yaitu 1 : 40, seharus 1 : 20. Oleh karena itu, saya sedang melobi ke Dirjen untuk memberikan kita kuota tenaga dosen PPNPM sebanyak 100 orang. Mudah-mudahan seleksi dosen PPNPN bisa kita lakukan dalam waktu dekat ini," terang Ahmad Sultra Rustan.





Selain rencana tersebut, Rektor juga menyampaikan beberapa kabar yang cukup menggembirakan bagi dosen. Rektor menjanjikan jika mulai tahun ini, dia akan membayarkan kelebihan jam mengajar dosen secara full. "Saya telah meminta bagian perencanaan untuk menghitung pembayaran kelebihan mengajar. Mudah-mudahan anggaran kita memadai," paparnya. "Tetapi jika anggaran kita tidak mencukupi, maka syarat dan ketentuan berlaku," tambahnya. Kabar gembira yang sama, juga disampaikan kepada dosen PPNPN, khususnya bagi mereka yang telah mengantongi SK fungsional akademik. Rektor berencana akan segera membayarkan tunjangan fungsional mereka.





Kabar gembira lainnya, ditujukan kepada dosen-dosen senior yang berpeluang mengajukan pengusulan guru besar. Rektor berkomitmen untuk membantu mereka dengan membentuk tim khusus pengusulan guru besar, termasuk membiayai segala kebutuhan dalam pengusulan tersebut.





Arahan terakhir Rektor dalam acara tersebut terkait moderasi keberagamaan. Rektor menghendaki seluruh civitas kampus, khususnya dosen untuk menguatkan moderasi keberagamaan di masyarakat. Bahkan Rektor meminta khusus kepada dosen yang berkerja sebagai muballig agar mesosialisasikan secara massif tentang moderasi beragama pada setiap mimbar-mimbar ceramah. "Jika perlu, muballig dari IAIN Parepare dikenal karena anjuran moderasi keberagamaannya" pungkas Rektor.






IAIN Parepare Raih Akreditasi Jurnal Ilmiah dari Kemenristek Dikti RI


Humas IAIN Parepare --- Kerja keras pengelola jurnal ilmiah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menuai hasil. Tiga jurnal ilmiah untuk pertama kalinya mendapatkan akreditasi versi Science and Technology Index (SINTA) dari Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Ketiga jurnal ilmiah tersebut adalah 1) Jurnal Ilmiah al- Maiyyah Fakultas; 2) Jurnal Ilmiah Kuriositas; dan 3) Jurnal Komunida.









Hal itu sesuai dengan
keluarnya hasil Akreditasi Berkala Ilmiah Periode IV Tahun 2019 dengan
diterbitkannya Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan
Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor
23/E/KPT/2019 yang ditetapkan pada tanggal 08 Agustus 2019 dan ditandatangani
langsung oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti RI,
Muhammad Dimyati.





Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan mengaku senang dan bangga atas capaian yang diperoleh tim pengelola jurnal, yang menurutnya luar biasa itu. "Terakreditasinya jurnal oleh SINTA adalah sebuah kebanggaan bagi setiap PTKIN. Kita patut berbangga atas capaian tersebut dan untuk itu, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pengelola jurnal,” papar Rektor di depan peserta Rapat Akademik Dosen, Rabu, 21/8/2019.





Dihubungi terpisah via telpon
selulernya, Muh. Ali Rusdi menyampaikan rasa syukurnya atas terakreditasinya 3
jurnal ilmiah versi SINTA. “Alhamdulillah, sebenarnya ada 5 lima yang kita
usulkan, yaitu Jurnal al-Maiyyah dan Jurnal Kuriositas yang di kelola LP2M,
Jurnal Komunida yang di kelola Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Jurnal
al-Ishlah yang dikelola Fakultas Tarbiyah, dan Jurnal Diktum yang dikelola
Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam,” jelas Ali Rusdi.









“Jurnal al-Maiyyah dan
Kuriositas berhasil raih akreditasi SINTA 4, Jurnal Komunida peroleh SINTA 5. Jurnal
Diktum yang telah teraktreditasinya tahun 2018, diusulkan reakreditasi untuk
meningkatkan nilai akreditasinya. Sementara Jurnal al-Islah sedang dalam proses
validasi dan Insyaallah bulan Oktober akan keluar akreditasinya,” urainya.





Ali Rusdi menargetkan
semua jurnal akan disupport untuk memperoleh akreditasi SINTA. Menurutnya, ada
sekitar 10 jurnal yang di kelola dalam lingkup IAIN Parepare. Selaku
penanggungjawab pengelolaan jurnal kampus, Ali Rusdi berkomitmen akan mendorong
peningkatan mutu akreditasi jurnal. “Kita target, semua jurnal harus
terakreditasi dan jurnal-jurnal yang sudah akreditasi akan kita tingkatkan
akreditasinya. Mudah-mudahan, tahun 2019 jurnal kita bisa tembus SINTA 2.





“Hasil yang kita capai
hari ini adalah kerja keras dari semua tim, para pengelola jurnal. Oleh
karenanya kita ucapkan selamat kepada mereka atas hasil maksimal yang dicapai.
Utamanya kepada Rektor dan terkhusus kepada Wakil Rektor Bidang APL, ibu Sitti
Jamilah Amin. Atas bimbingan, motivasi, dan supportnya sehingga tim pengelola
Sao Jurnal bisa mencapai hasil yang maksimal,” katanya mengakhiri pembicaraan.





Program jurnal ilmiah
terakreditasi merupakan salah satu program prioritas IAIN Parepare pada bidang
akademik dan pengembangan lembaga. Untuk mencapai itu, maka Rektor pada
beberapa bulan lalu membentuk lembaga pengelola jurnal yang disebut Sou Jurnal.
Tugasnya adalah mengkoordinir pengelolaan jurnal-jurnal dalam lingkup IAIN
Parepare. Penanggung jawab Sao Jurnal adalah Kepala Pusat Publikasi dan
Penerbitan Ilmiah, Dr. Muh. Ali Rusdi, M.H.I.


Selasa, 20 Agustus 2019

ENERGI HASBALAH DI ZONA HAWQALAH (Bag. 2)


OPINI





By. Budiman S.H., M.H.I (Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare)









Kisah Nabi Ibrahim 'alaihissalaam menunjukkan bahwa beliau memiliki kecerdasan akal yang tinggi. Tetapi dia tidak hanya mengandalkan kecerdasan akal saja dalam mencari dan memperjuangkan ajaran tauhid. Di samping akal, beliau memiliki kecerdasan hati yang suci, tanpa noda dan kekeruhan di dalamnya.





اذ جاء ربه
بقلب سليم





Kita mesti
berupaya untuk mengasah kecerdasan akal dan hati secara integral dan seimbang.
Untuk mendekatkan diri kepada Allah, tidak bisa hanya semata-mata menggunakan
akal, apalagi IQ. Akal memang mesti didayagunakan, sebab agama hanyalah untuk
orang yang berakal. Tetapi akal yang dimaksud adalah akal yang tidak
bertentangan dengan hati nurani.





Sebab
acapkali kita jumpai orang yang mengedepankan rasionalitasnya dan mengabaikan
bahkan membohongi hati nuraninya. Mereka mengakal-akali suatu kesalahan agar
diterima sebagai suatu kebenaran dengan maksud dan tujuan tertentu untuk kepentingan
diri dan kelompoknya.





Ibadah
haji sarat dengan simbol. Seseorang baru bisa mengecap manisnya haji mabrur,
jika ia mampu menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat makna simbol dalam
ibadah haji itu. Wuquf di Arafah, misalnya, yang menjadi inti dan puncak
syariat haji adalah simbol pengenalan terhadap jati diri manusia yang kerap
terabaikan. Arafah yang berakar dari kata عرف (kenal) salah satu maknanya
adalah "padang pengenalan".





Wuquf di
Arafah adalah momentum mengenali jati diri sebagai manusia. Jati diri manusia
bukan dilihat dari wujud lahiriahnya. Karena itu di Arafah seluruh simbol
pembungkus lahiriah ditanggalkan dan diganti dalam bentuknya yang paling
sederhana, pakaian ihram. Kain putih tak berjahit, yang bermakna tanpa status,
tanpa atribut, simbol pakaian terakhir yang dikenakan ketika manusia meninggal
dunia.





Kunjungan
ziarah ruhani manusia ke tanah suci seolah simulasi kematian dan gladi bersih
manusia memasuki alam akhirat. Orang yang berziarah ke dua tanah suci
hakikatnya sedang berziarah ke alam akhirat. Yang menempel di dirinya hanya dua
helai kain putih sebagai simbol kematian, kain kafan.





Tidak
boleh memakai wangi-wangian, tidak boleh menggunting kuku, tidak boleh ini dan
itu, karena hakikatnya ia sedang mati, dan sebagaimana layaknya orang mati,
tidak dapat bergerak, tidak dapat memotong kuku dan lainnya. Pendeknya, ibadah
haji dan juga kurban merupakan ajakan kepada seluruh manusia untuk "mati
sebelum mati" atau "mati dalam hidup".


Minggu, 18 Agustus 2019

Penyusunan Dokumen SPMI, Rektor IAIN Parepare Harap Hasilkan Dokumen Berkualitas


HUMAS IAIN Parepare--- Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lantai 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare,   Ahad (18/08).









Kegiatan ini
dilaksanakan berdasarkan tindak lanjut dari adanya undang-undang nomor 12 tahun
2012 tentang perguruan tinggi, Pemenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang standar
nasional perguruan tinggi dan keputusan Rektor IAIN Parepare nomor 355 tahun
2019 tentang tim penyusunan dokumen SPMI.





Menurut Ketua Panitia Ali Rahman, kegiatan ini dilaksanakan guna tersusunnya dokumen mutu IAIN Parepare yang meliputi kebijakan SPMI, manual SPMI, standar serta formulir SPMI yang nantinya akan dijadikan dasar pelaksanaan prinsip Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi (SPMI PT).





Adapun kelima
prinsip tersebut di antaranya Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan
Peningkatan (PPEPP).









Kegiatan yang
diikuti 35 peserta ini akan berlangsung selama dua hari mulai 18 s/d 19 Agustus
2019.





Hadir membuka kegiatan Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan yang didampingi Wakil Rektor I, Dr. St. Jamilah Amin, Wakil Rektor III, Dr. H. Muhammad Saleh dan Ketua LPM IAIN Parepare, Dr. Hj. Hamdanah Said.









Dengan hadirnya narasumber dari Universitas Padjajaran Dr. Hj. Rd. Funny Murtikasari Elita selama dua hari, Rektor IAIN Parepare berharap agar para peserta dapat memperoleh ilmu dari narasumber.













“Manfaatkan
narasumber untuk dicopy ilmunya karena beliau merupakan narasumber yang
berkualitas yang cukup disegani di Universitas Padjajaran,” ucap Ahmad Sultra
Rustan, Rektor IAIN Parepare sebelum membuka kegiatan.













Selain itu, Ahmad juga berharap agar output dari kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen-dokumen SPMI yang berkualitas.





“Mari terus berkarya dan bekerja dalam rangka menciptakan dokumen SPMI agar IAIN Parepare ke depan mutunya realistis dan terukur,” ajaknya sebelum menutup sambutan. (hyn)





Sumber foto: Panitia Pelaksana


Sabtu, 17 Agustus 2019

HUT ke - 74 RI; Presiden RI Menganugrahkan Tanda Kohormatan kepada Dosen dan Pegawai IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare --- Upacara bendera 17 Agustus 2019 dalam rangka peringatan HUT ke- 74 Republik Indonesia di kampus IAIN Parepare berlangsung lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain dihadiri pejabat, dosen, pegawai dan tenaga teknis lainnya. Upacara ini, juga dihadiri oleh pengurus organisasi mahasiswa dan juga mahasiswa baru yang berjumlah 1.750 orang.









Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Rektor, Sitti Jamilah Amin menjadi pembaca naskah Proklamasi, pasukan pengibar bendera dan pemimpin upacara berasal dari Risemen Mahasiswa.





Prosesi upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ini berlangsung penuh hikmat. Khususnya, ketika pasukan pengibar bendera melaksanakan tugasnya. Bendera pusaka, sang saka merah putih djemput khusus pasukan pengibar dan diserahkan oleh inspektur upacara. Penaikan bendera ini diiringi dengan lagu Indonesia Raya yang berlangsung sangat hikmat.









Dalam rangkaian upacara tersebut, Hj. Musyarrafah Amin selaku Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Keuangan membacakan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40/TK/Tahun 2019 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 22 PP Nomor 35 Tahun 2010 tentang pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan, maka pemerintah melalui Presiden RI memberikan penganugrahan tanda kehormatan kepada abdi negara.









Pada momentum HUT RI tahun 2019 ini, Presiden RI, H. Joko Widodo memberikan anugrah tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 18 PNS Dosen dan Pegawai IAIN Parepare. Ke- 18 Pegawai Negeri Sipil tersebut dinilai layak memperoleh penghargaan tersebut karena mereka telah bekerja sebagai abdi negara dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-undang Dasar tahun 1945, negara dan pemerintah serta penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara terus-menurus paling singkat 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun.









Dosen dan pegawai yang berhak memperoleh tanda kehormatan dari Presiden RI,, dengan masa pengabdian 20 tahun, yaitu : Dr. H. Sudirman L, M.H., Dr. Herdah, M.Pd., Dra. Rukiah, M.H., Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Pd., H. Ambo Dalle, S.Ag., M.Pd., Dr. Hannani, M.Ag.. Sementara untuk masa pengabdian 10 tahun, yaitu Sri Mulianah, S.Ag.,M.Pd., Ali Rahman, S.Ag., M.Pd., Iskandar, S.Ag., M.Sos.I., Dr. Ramli, S.Ag., M.Sos.I., Nurhikmah, .M. Sos.I., Hilmiah, S.Pd.I., Ade Hastuty, ST., S. Kom., M.T., Aris, S.Ag.,M.H., Junaeni, S.E., Ak., Muh. Ishaq, S.T.,M.M., Abd. Hamid, S. Kom., dan Hasim, S.Sos., M.M.









Ahmad Sultra Rustan selaku Inspektur upacara mewakili Presiden RI memberikan dan memasangkan tanda kehormatan Satyalanca Karya Satya kepada nama-nama yang dinyatakan berhak menerimanya. Tujuan pemberian Tanda Kehormatan adalah untuk menghargai jasa setiap orang yang telah mendarmabaktikan diri dan berjasa besar dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, menumbuhkembangkan sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan Negara.


HUT ke- 74 RI: Perguruan Tinggi diharap Cetak SDM Unggul dan Kompetitif


HUMAS IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar
upacara peringatan Hari Ulang Tahun  Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 74 tahun 2019
di pelataran gedung Zona Akreditasi IAIN Parepare, Sabtu (17/08).









Upacara yang diselenggarakan tiap tahun tersebut berlangsung penuh khidmat, diiringi pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera mahasiswa IAIN Parepare.













Dalam sambutan Presiden RI, H. Joko Widodo yang dibacakan langsung oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan selaku inspektur upacara menyampaikan pentingnya perguruan tinggi mencetak SDM yang unggul dan kompetitif.









“Satu hal yang harus ditempuh adalah selalu
meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia SDM perguruan tinggi, serta
menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai keberhasilan dalam membangun
bangsa,” ucap Ahmad Sultra Rustan saat membacakan sambutan.





Tema HUT RI ke 74: SDM Unggul, Indonesia Maju








Lebih lanjut Ahmad mengungkapkan Hari Ulang tahun
(HUT) ke 74 Republik Indonesia tahun 2019 harus dimaknai sebagai momen
pemersatu bangsa.





“Kita memiliki kewajiban untuk mempertahankan serta
mengembangkan hasil kemerdekaan tersebut. Kemerdekaan harusnya membuat kita
berbuat lebih untuk bangsa dan negara Indonesia,” tambahnya.









Di akhir sambutan, Rektor IAIN Parepare mengajak
para sivitas akademik IAIN Parepare agar senantiasa melakukan terbaik. Rektor
juga menyambut mahasiswa baru IAIN Parepare yang menyempatkan hadir mengikuti
upacara peringatan.













Dalam upacara ini juga dirangkaikan dengan penyematan tanda kehormatan karya satya lencana pengabdian 10 tahun dan 20 tahun. (hyn)


Jumat, 16 Agustus 2019

Sebelum Mengajar, Calon Dosen LB IAIN Parepare Diseleksi


HUMAS IAIN Parepare--- Sejumlah calon dosen luar biasa atau sering disebut dosen LB mengikuti penilaian micro teaching di Gedung TIPD lantai 2, Jum’at (16/08).









Nantinya peserta yang dinyatakan layak akan mendapat rekomendasi untuk
dijadikan dosen LB yang selanjutnya akan disebar di setiap fakultas lingkup
IAIN Parepare sesuai dengan kebutuhan Prodi (Program Studi).





Berbagai hal dinilai dalam micro teaching ini mulai dari penguasaan materi, proses pembelajaran, kemampuan menyampaikan tujuan dan kompetensi pembelajaran, strategi pembelajaran hingga pada pengelolaan kelas.





Foto kedua dari sisi kanan: Budiman, M.H.I yang juga
Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare




Menurut Ketua Panitia Budiman mengungkapkan banyaknya permohonan
pendaftaran dosen LB yang masuk ke IAIN Parepare sehingga perlu dipilih secara
selektif. Hal ini juga sesuai arahan Rektor IAIN Parepare.





“Dosen-dosen LB yang direkrut ini tidak hanya mengandalkan syarat
administrasi tetapi tentu harus dipilih secara selektif. Banyak sekali
permohonan yang masuk tentu kita tidak ingin nanti ketahuan pada saat mahasiswa
komplain. Jadi sebelum masuk kelas kita seleksi dahulu kemungkinan besar ada
yang nanti tidak direkomendasi dan ada yang direkomendasi ketika layak dimasukkan
sebagai dosen LB” jelas Budiman saat ditemui di lokasi.





Para peserta pendaftar calon dosen LB, sebelumnya melakukan presentasi
sesuai dengan mata kuliah bidang ilmunya. Hadir Wakil Rektor I IAIN Parepare
Dr. St. Jamilah Amin beserta para wakil Dekan Fakultas dan Ketua Prodi turut
ikut menilai.









Dalam tanggapannya usai menyaksikan salah satu peserta mengungkapkan
pentingnya dosen interaktif dengan mahasiswa.





“Cara interaksi dosen dengan mahasiswa untuk mengetahui mahasiswa itu paham atau tidak dengan apa yang disampaikan. Jadi antara komunikator dengan komunikan itu bisa terjalin komunikasi,” ucap Jamilah. (hyn)