Selasa, 16 Juli 2019

Forum Humas: Jadikan PIONIR momentum strategis perkenalkan PTKIN di Dunia


Humas IAIN Parepare (Malang) --- Selain perlombaan, Pekan Ilmiah Olahraga seni dan Riset (PIONIR) IX tahun 2019 juga dilaksanakan kegiatan Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia di gedung rektorat Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Kota Malang Pada Senin (15/07).





Forum ini dipimpin langsung oleh koordinator forum, Suhirman
Aditya (Humas UIN Mataram) dan diikuti oleh seluruh humas PTKIN yang hadir
dalam kegiatan tersebut.





Adapun poin penting yang disepakati pada pertemuan ini
diantaranya adalah peran humas dalam mensukseskan kegiatan PIONIR ini. Humas dapat
mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan selama pelaksanaan PIONIR di UIN
Malang baik itu melalui media sosial dan website Perguruan Tinggi.





Sekretaris Forum, Hayatul Islam mengatakan bahwa Pionir ini
merupakan momentum yang sangat strategis untuk menunjukkan PTKIN kepada dunia,
oleh karenanya dibutuhkan saluran publikasi yang efektif.





“sehingga dibutuhkan peran humas untuk mempublikasikan
setiap event PIONIR ini, baik itu melalui media sosial maupun website”. Ujarnya





Dalam kegiatan tersebut juga membahas mengenai rencana Rapat
Kerja (RAKER) humas PTKIN se Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan pada
bulan Oktober tahun 2019 nanti.





“rakernas ini nanti akan membahas tentang program-program
kehumasan diantaranya adalah peningkatan SDM Humas dalam menyongsong era
industri 4.0” tambahnya lagi disela sela rapat.


Syukur Lolos masuk babak FINAL Pop Solo PIONIR ke IX


Humas IAIN Parepare (Malang) --- Selasa,(16/07). Pop Solo Islami Putra Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare lolos ke sepuluh besar pada babak penyisihan PIONIR ke IX di Home Theater  Fakultas Humaniora Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.





Muhammad Syukur lolos 10 besar Final dari 51 peserta yang
ikut Pop Solo Islami dengan total skor 920 Urutan kedua dari Ranna Shapira.





Saat dihubungi humas setelah usai pertandingan syukur sangat
senang dapat lolos ketahap selanjutnya.





“awalnya saya sempat gugup, tetapi saya terus menyemangati diri bahwa saya bisa”. Semoga saya dapat memberikan yang terbaik besok di final” tuturnya.









Final Pop Solo Islami akan dilaksanakan pada hari rabu
tanggal 17 Juli 2019 dengan menghadapi 10 finalis. Syukur mengharapkan dukungan
dan doa dari keluarga besar civitas akademika IAIN Parepare untuk menambah
spirit dalam mengikuti final.





Sementara itu, untuk cabang karate Amal sempat masuk delapan
besar setelah mengalahkan perwakilan dari IAIN Pekalongan pada babak penyisihan
dan wakil dari UIN Yogyakarta  di 16
besar. Namun amal harus takluk dari Satria wakil IAIN Samarinda.


Pendaftaran Program Beasiswa Bidikmisi Dibuka hingga Agustus


Humas IAIN Parepare --- Mahasiswa Baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun akademik 2019 boleh bernapas legah. Salah satu program beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru, yaitu Beasiswa Bidikmisi kembali menerima calon penerima Beasiswa dengan membuka pendaftaran dan seleksi.









Kepala Bagian Akademik, Naharuddin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Pengelola Program Beasiswa Bidikmisi membenarkan informasi tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 16 Juli. Naharuddin mengatakan bahwa pendaftaran program beasiswa Bidikmisi telah dibuka sejak 1 Juli lalu dan akan berakhir bulan Agustus 2019. Banyak mahasiswa yang telah datang ke kantor Akademik dan mengkomfirmasi tentang informasi pendaftaran beasiswa Bidikmisi tersebut. Menurutnya, mahasiswa sangat antusias untuk mendaftarkan diri sebaga penerima mahasiswa dan memperkirakan jumlah pendaftar akan membludak.





Naharuddin memastikan seleksi calon penerima Beasiswa Bidikmisi akan berjalan ketat dan selektif. Jumlah kuota penerima Beasiswa Bidikmisi yang diberikan Kementerian Agama RI untuk IAIN Parepare tahun akademik 2019 ini hanya berkisar 103 mahasiswa. Meski mengalami peningkatan jika dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 93 mahasiswa. Tetapi jumlah kuota yang hanya ratusan itu tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa baru yang hampir mencapai dua ribuan orang.









Meski pun demikian, Naharuddin menjamin proses seleksi tersebut berjalam akuntabel dan transparan. "Ada tim seleksi yang ditunjuk untuk melakukan penilaian terhadap kelayakan calon penerima. Selain melalui verifikasi berkas, tim seleksi akan mewawancarai calon sekaligus melakukan kunjungan langsung ke rumah orangtua yang bersangkutan untuk memverifikasi kesesuaian berkas yang diajukan dan menilai kemampuan ekonomi keluarga tersebut," urai Naharuddin.





"Indikator utama penilaian terletak pada prestasi akademik dan non akademik yang diraih calon penerima saat di sekolah. Ukurannya akan dilihat dari nilai rapor, sertifikat, dan prestasi yang diraih saat sekolah di tingkat sekolah menengah. Sementara indikator kemampuan ekonomi orangtua akan dinilai berdasarkan hasil survey yang dilakukan tim saat berkunjung langsung ke rumah orangtua. Jadi proses penilaiannya akan berjalan objektif," jelas Naharuddin.









Program Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan yang dikelola IAIN Parepare yang diperuntukkan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang telah terdaftar secara sah sebagai mahasiswa IAIN Parepare dan memiliki potensi akademik yang baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.





Berdasarkan pengumuman yang dirilis pihak pengelola, jadwal pendaftaran program penerima beasiswa Bidikmisi melalui 3 jalur, yaitu 1) Mahasiswa yang lulus melalui jalur SPAN-PTKIN, masa pendaftarannya adalah 1 Juli - 2 Agustus 2019; 2) Mahasiswa yang lulus melalui jalur UM-PTKIN, masa pendaftarannya adalah 1 Juli - 2 Agustus 2019; dan 3) Mahasiswa yang lulus melalui jalur Mandiri adalah 22 Juli - 5 Agustus 2019.





Ada pun persyaratan yang harus dipenuhi adalah 1) Surat keterangan tidak mampu dari lurah/kepala desa tempat domisi orangtua; 2) Bagi mahasiswa yatim/piatu melampirkan surat keterangan meninggal dari lurah/kepala desa; 3) Fotocopy kartu keluarga; 4) Fotocopy kartu mahasiswa; 5) Fotocopy pembayaran PBB rumah domisi; 6) Fotocopy rekening air PDAM jika ada; 7) Fotocopy rekening listrik; 8) Fotocopy jaminan kesehatan; 9) Fotocopy rapor semester IV-VI yang dilegalisir; 10) Fotocopy prestasi akademik dan non akademik; 11) Foto rumah orangtua, luar dalam; 12) Surat keterangan luas lahan pertanian; 13) Surat keterangan milik usaha; dan 14) Foto warna ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar.





Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi dilakukan secara online dengan mengakses laman www.beasiswa.iainpare.id. Alur pendaftarannya dimulai dengan registrasi dan validasi user account pada laman tersebut di atas lalu memasukkan email dan password (login). Selanjutnya mengisi data pada kolom yang tersedia dan mencetak formulir pendaftaran. Menyetor formulir pendataran tersebut dengan melampirkan dokumen persyaratan langsung kepada pihak pengelola di kantor akademik center IAIN Parepare. Selanjutnya, pengelola melakukan seleksi berkas dan mengumumkannya pada tanggal 16 Agustus 2019. Calon peserta yang dinyatakan lulus berkas akan diwawancarai dan diverifikasi faktual melalui survey langsung. Kelulusan penerima program beasiswa Bidikmisi tahun akademik 2019 akan diumumkan secara resmi pada tanggal 2 September 2019.





Program beasiswa Bidikmisi ini sangat membantu mahasiswa karena biaya kuliah dan biaya hidup mereka akan ditanggung selama 8 semester (selesai kuliah). Bantuan ini diberikan setiap semester dalam bentuk tunai melalui rekening bank masing-masing penerima. Jumlah yang diterima dari Beasiswa Bidikmisi ini mencapai 48 juta selama 8 semeter. Jumlah nominal ini, tentu saja sangat membantu mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahannya selama di IAIN Parepare.


Menteri Agama RI Membuka Acara PIONIR ke IX, Rektor Menitip Pesan Kepada Kontingen IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare (Malang) --- Pembukaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke IX Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2019, berlangsung megah dan spektakuler yang dipusatkan di lapangan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Kota Malang pada senin (15/07) malam





Sebanyak 3.992 peserta dan 704 Offisial dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), tak ketinggalan IAIN Parepare juga  turut andil pada kegiatan ini dengan membawa 47 Kontingen Lomba dan 5 orang Offisial.









Acara yang mengusung tema “The spirit of Unity” dibuka langsung oleh menteri agama, Lukman Syarifuddin yang didampingi oleh Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dan Rektor UIN Maulana Malik.









Acara yang mengusung tema “The spirit of Unity” dibuka langsung oleh menteri agama, Lukman Syarifuddin yang didampingi oleh Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dan Rektor UIN Maulana Malik.





Menteri agama mengawali sambutannya dengan pantun dihadapan peserta PIONIR. “Bertabur bintang dilangit sana, disinipun ramai bintang sains, bintang seni dan bintang olahraga” ujar Lukman Syarifuddin





Kemudian Menag menyatakan misi utama PIONIR sesuai dengan tag line “Spirit of unity” merupakan bentuk toleransi dan semangat moderasi beragama untuk memperkuat tali silaturahmi, pionir harus menjadi sarana perekat tali asah, tali asih dan tali asuhantar civitas akademika PTKIN.





“Pionir diharapkan menjadi cara kita menyulam kembali ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah kita”.tambah Lukman saat sambutan.









Pembukaan PIONER ke XIX di Malang juga dihadiri Rektor PTKIN se Indonesia. Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan nampak hadir duduk bersama dengan Rektor lainnya di deretan kursi undangan VIP. Pasca pembukaan, Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasaman dan Kemahasiswaan, H. Muhammad Saleh yang juga bertindak sebagai Ketua Kontingen bertemu langsung dengan para atlet yang tergabung dalam kontingen IAIN Parepare. Pada kesempatan itu, Ahmad Sultra Rustan kembali mengingatkan kepada seluruh kontingen agar menjaga nama baik IAIN Parepare dengan berpegang pada tagline "Malebbi warekkadana makkiade ampena".


Senin, 15 Juli 2019

Dirjen Pendis Bahas pentingnya Akselerasi Guru Besar pada Forum Rektor


Humas IAIN Parepare (Malang)--- Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia menjadikan isu akselerasi guru besar sebagai tema pertemuan kali ini di gedung rektorat lantai 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Kota Malang.(15/07).





Rektor IAIN Parepare bersama 40 Pimpinan PTKIN hadir pada kegiatan tersebut, forum rektor ini juga dihadiri  oleh Dirjen Pendis Prof.Phil.Kamaruddin Amin, MA, Dalam rangka penguatan PTKIN.









Sejumlah persoalan yang dibahas pada forum rektor, namun
tema yang paling mendesak untuk dibahas adalah mengenai persoalan akselerasi
Lektor Kepala untukmenjadi Guru besar .





Dirjen pendis dalam arahannya, mengimbau kepada pimpinan PTKIN agar bersama-sama memantau dalam memilih guru besar yang benar-benar akademisi  dengan kualitas yang menjanjikan. “kita berkomitmen bahwa dalam pemilihan guru besar tidak akan merobek atau menjatuhkan kualitas guru besar”. Sehingga perlunya peningkatan penelitian dan pengabdian dosen PTKIN.









Berbagai persoalan mengenai percepatan guru besar yang
muncul, saat dialog interaktif dalam forum rektor. Seperti sulitnya untuk
menjadikan lektor kepala segera menjadi guru besar karena berbentur pada aturan
tentang kewajiban dosen untuk melakukan publikasi internastional terindex
scopus.  





Padahal di PTKIN Dosen lebih aktif pada pengabdian namun
kurang pada indeks scopus. Sehingga kedepan diharapkan guru besar berbasis
pengabdian.


Prodi Pendidikan Matematika Gelar Seminar dan Produk Pembelajaran


Humas IAIN Parepare ---Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) menggelar kegiatan Seminar Pendidikan Matematika. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Gelar Produk Media Pembelajaran hasil karya cipta mahasiswa yang berlangsung Senin, 15 Juli di Aula IAIN Parepare.









Kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Kultur Akademik Melalui Inovasi Pembelajaran Matematika yang Terintegrasi Nilai-nilai Islam" dihadiri dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, H. Saepudin. Dalam sambutannya, H. Saepudin memberikan apresiasi dan penghargaan kepada inisiator pelaksana kegiatan, yaitu Ketua Program Studi Pendidikan Matematika yang berkolaborasi dengan Hima Prodi.









Dekan Fakultas Tarbiyah ini meyakini kegiatan yang bernuangsa akademik seperti yang diselenggarakan prodi-prodi akan menciptakan nuangsa dan habitual ilmiah di lingkungan akademika Tarbiyah, baik dosen mau pun mahasiswanya. "Oleh karena itu, H. Saepudin mendorong kepada Ketua-ketua Program Studi untuk saling berlomba memprogramkan kegiatan berbasis akademik. Semakin banyak kegiatan-kegiatan akademik di kampus, tentunya akan meningkatkan image dan reputasi Fakultas Tarbiyah di tengah-tengah masyarakat, khusus dalam peningkatan mutu/kualitas akademik kampus.









Selain itu, H. Saepudin juga memberikan pujian atas desain kegiatan yang digelar Program Studi Pendidikan Matematika ini, yaitu Seminar Pendidikan Matematika yang dirangkaikan dengan gelar produk pembelajaran. Desain kegiatan seperti ini, dinilai Dekan Fakultas Tarbiyah sebagai kegiatan yang berbobot. Selain memperoleh konsepsi teorikal melalui seminar, peserta juga disuguhkan hasil produk, karya mahasiswa. Hasil karya mahasiswa dalam bentuk produk ilmiah di bidang Matematika terasa sangat istimewa karena merangkum semua teori matematika dalam bentuk yang sederahana dan dapat dipahami.









Sementara Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Buhaerah dalam laporannya menyebutkan, seminar pendidikan ini tidak lain sebagai program kerja Program Studi Pendidikan Matematika dalam mendorong kegiatan kegiatan akademik yg melibatkan mahasiswa secara langsung. Dalam pelaksanaan seminar ini, panitia menghadirkan 3 pemateri yaitu Dr. Sriyanti Mustafa, M. Pd. (Dosen Pendidikan Matematika UM Parepare), Dr. Buhaerah, M. Pd. dan Zulfiqar Busrah, M.Si sebagai pemateri Internal. Seminar yang dihadiri kurang lebih 100 mahasiswa yang dipandu oleh Andi Aras, M. Pd. selaku moderator.









Dalam presentasinya, Sriyanti Mustafa mengurai tentang integrasi nilai-nilai Keislaman dalam pembelajaran Matematika. Dosen UMPAR ini dengan sangat interaktif menjelaskan paradigma Islam dalam dinamika perkembangan ilmu matematika. Ternyata Islam sangat mendukung dan bahkan menjadi sumber ilmu sains, seperti matematika. Sementara Buhaerah lebih banyak menyampaikan tentang contoh-contoh teknis pembelajaran Matematika yang memadukan nilai-nilai keislaman. Dalam teori-teori pembelajaran matematika yang dikemukakan sungguh memperlihatkan relevansi yang kuat antara Islam dan ilmu matematika. Pemateri ketiga, yaitu Zulfiqar Busrah menyampaikan materi tentang matematika sebagai Tool of Science dengan meninjau aspek terapannya.





Pasca sesi diskusi dalam forum seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Gelar Produk Media Pembelajaran yang diikuti oleh 25 grup. Kegiatan ini merupakan bagian dari output penugasan mata kuliah Kalkulus, Metode Numerik, dan Geometri Analitik bidang yang diampuh oleh bapak Zulfiqar Busrah. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengeksplorasi aspek teoritis dalam perkuliahan menjadi satu produk media pembelajaran lintas angkatan sehingga terwujud proses belajar matematika yg efisien, efektif, kreatif dan inovatif. Untuk kedepannya, kegiatan pameran seperti ini akan ditingkatkan pada level media publikasi berbasis riset, ujar Buhaerah sebagai Ketua Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare.


Mahasiswa Syariah Menjadi Panutan Hukum bagi Masyarakat


Humas IAIN Parepare --- Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (baca: HMJ) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam menggelar kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi dirangkaikan dengan Lomba Orasi Ilmiah yang akan berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 15 - 17 Juli 2019. Kegiatan ini dibuka secara resmi Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare, Dr. Muliaty, M. Ag. yang berlangsung pagi tadi, Senin, 15 Juli di gedung Aula Serbaguna IAIN Parepare.









Dalam sambutannya, Muliaty selaku Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa atas prakarsanya menggelar kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi serta Lomba Orasi Ilmiah. Menurut Muliaty, kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang akan melakukan kegiatan praktek lapangan dan juga akan menjadi bekal ketika sudah kembali di tengah-tengah masyarakat untuk mengabdi.









"Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan hukum, karena kalian adalah panutan hukum bagi masyarakat," ujar Muliaty dalam sambutannya. "Mahasiswa syariah harus mampu mempraktekkan ilmu hukumnya di tengah-tengah masyarakat sebagai panutan agar mereka (masyarakat) juga patuh dan taat terhadap hukum. Kalian harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan segala ketentuan dan peraturan hukum yang berlaku" urai Muliaty.









"Tidak ada peristiwa dalam kehidupan manusia yang tidak terkait dengan hukum. Maka selaku mahasiswa Syariah, seharusnya kita menjadi sumber inspirasi dan panutan hukum. Orang yang paham dan memiliki pengetahuan hukum maka akan cenderung berperilaku baik karena segala tindakannya mengacu pada ketentuan hukum. Di tengah-tengah masyarakat, orang Syariah harus menjadi punutan dalam menegakkan hukum, bukan justru sebaliknya," urai Dekan.









Selain itu, Doktor bidang pemikiran Islam ini, juga mengingatkan bahwa mahasiswa syariah merupakan tameng/benteng utama dalam menegakkan Pancasila, NKRI dan persatuan bangsa. "Saat ini, bangsa dan negara kita tengah menghadapi rongrongan dari luar yang mengancam eksistensi Pancasila dan NKRI. Oleh karenanya, saya meminta anak-anakku mahasiswa Syariah, jadilah benteng atas kedaulatan bangsa dan negara. Kita adalah orang hukum dan harus menjaga negeri ini sebagai negara hukum," kunci Muliaty.





Sebelum mengakhiri sambutannya, Dekan berpesan kepada pengurus, panitia pelaksana dan peserta kegiatan Sekolah Hukum dan Advokasi yang berlangsung selama 3 hari ini, agar mengedepankan kode etik mahasiswa selama kegiatan. "Anak-anakku harus mengedepankan kode etik selama kegiatan ini berlangsung, khusus etika dalam pergaulan dan berpakaian. Jangan sekali-kali melanggar kode etik tersebut, karena itu lah pijakan kita bersama. Saya berjanji, akan memantau langsung kegiatan ini. Jika memungkinkan, saya akan jalan-jalan kembali ke sini," tegas Dekan dihadapan peserta.





Sementara itu, Ketua Dema (HMJ) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Ahmad Rikardi dalam laporannya menyampaikan, selain mengadakan kegiatan Sekolah Hukum dan Advokat, panitia pelaksana juga menggelar lomba orasi ilmiah. Lomba ini akan menjadi ajang seleksi yang akan menentukan siapa yang akan mewakili Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare di level nasional. Lomba Orasi Ilmiah Tingkat Nasional, rencananya akan di gelar di IAIN Sultan Amay Gorongtalo beberapa bulan yang akan datang.