Humas IAIN Parepare --- Upacara Hari Kesadaran Nasional kembali di gelar dalam lingkup IAIN Parepare, Senin, 18/11/2019 (dialihakan ke tanggal 18, karena tanggal 17 bulan ini jatuh pada hari Ahad).
Pelaksana upacara kali ini adalah LP2M. Kepala LP2M, Muliaty bertindak selaku pembina upacara. Sementara pemimpin upacara berasal dari anggota Pramuka. Pembaca UUD 1945, Janji Korpri dan Doa yaitu Muh. Ali Rusdi, Hj. Hasnani dan Muhiddin Bakri.
Dalam amanahnya, Muliati mengingatkan dosen yang sedang melakukan penelitian. “Kami berharap, dosen yang sedang melakukan penelitian agar segera menyelesaikan dan membuat laporannya secepatnya,” katanya. “dan segera di masukkan ke LP2M lengkap dengan laporan keuangannya,” tambahnya.
Upacara ini berlangsung cukup hikmat dan dihadiri hampir semua pimpinan institut, fakultas, dosen, pegawai, baik berstatus ASN dan tenaga kontrak lainnya.
Pasca upacara, seluruh peserta mengisi absen kehadiran dan memperoleh pembagian bubur kacang ijo yang siapkan oleh pelaksana upacara.
Humas IAIN Parepare ---Ajang Olimpiade Sains dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia selama 3 hari (14-17 November 2019) di Makassar berakhir.
Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Saadi resmi menutup acara OSKI yang berlangsung di Hotel The Rhinra Jln. Tanjung Bungan Makassar, Jumat malam, 17/11/2019,
Olimpiade Sains dan Karya Inovasi (OSKI PTKI) Tahun 2019 diselenggarakan sebagai ajang kompetisi dalam bidang Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, dan Karya Inovasi Bidang Ilmu bagi mahasiswa dan dosen lingkup PTKI Negeri dan Swasta.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama menjelaskan tujuan dari OSKI tersebut untuk mengimplementasikan tugas mahasiswa sebagaimana yang dimaksud dalam tri darma perguruan tinggi yakni pendidikan, penilitian dan pengajaran. Maka dari kata dia perlu dikembangkan untuk berguna bagi masyarakat.
"Saya kira penemuan dan inovasi inovasi ini harus didorong untuk apa agar mahasiswa tidak berdiri diatas menara gading. Tapi dia juga bisa melakukan dan mengimplementasikan ilmunya dalam bentuk penemuan penemuan sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dan kepentingan negara," jelasnya.
Musdalifah Muhammadun, Dosen IAIN Parepare yang ditunjuk sebagai salah satu dewan penilai dalam ajang tingkat nasional tersebut menyampaikan melalui OSKI ini kita jadikan momentum sebagai PTKI sebagai driving force dalam membangun penelitian yang handal. Hasil dari OSKI ini akan mendapatkan afirmasi dan funding dari kementerian agama.
"Ini adalah kontribusi fundamental dari perguruan tinggi khususnya PTKI bagi pembangunan bangsa. 648 peserta OSKI tahun 2019 ini sungguh menjadi awal yang membahagiakan dan akan berkesinambungan untuk tahun-tahun mendatang", kata Musdalifah mengutip sambutan Dirjen Pendis dalam acara penutupan tersebut.
Berdasarkan SK Dirjen Pendis Kemenag RI nomor 6482 tahun 2019 perihal PTKI Favorit, Inovatif dan Kreatif pada OSKI-PTKI tahun 2019, IAIN Parepare ditetapkan sebagai PTKI yang Inovatif. Raihan ini, disambut suka cita seluruh sivitas kampus. "Semoga tahun depan, kampus kita sudah bisa lebih meningkat lagi partisipasinya dalam ajang OSKi ini," kata ibu Cici, saap akrab Musdalifah Muhammadun via whatshappnya.
Humas IAIN Parepare --- Para perencana PTKIN se- Indonesia berkumpul selama 4 hari, yaitu 13-16 November 2019 di Pekanbaru Riau. Mereka sedang menggelar Fokus Gruop Discussion (FGD) Forum Perencanaan PTKIN se- Indonesia.
FGD digelar untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi dalam menyusun perencanaan anggaran setiap PTKIN. IAIN Parepare diwakili oleh Kasubag Perencanaan, Organisasi dan Hukum, Hasyim, S. Sos., MM., dan Akmal Ibrahim, S. Kom., MM.
Menurut Hasyim, salah satu yang menjadi agenda pembahasan peserta FGD adalah hasil review online Kementerian Keuangan RI terhadap pengusulan perencanaan beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
Banyak temuan dan catatan dari Kementerian Keuangan RI. Diantaranya adanya anggaran yang tidak jelas peruntukannya, pengalokasian honorarium untuk kegiatan internal atau tusi, kegiatan yang tidak sesuai dengan kebijakan efektifitas dan efisiensi belanja K/L, ketidakpatuhan dalam penerapan standar biaya masukan dan kegiatan yang tidak jelas dasar hukumnya.
"Banyak anggaran yang diblokir untuk tahun anggaran 2020. Penyebabnya karena ketidakjelasan TOR dan RAB. Seharusnya dalam TOR atau RAB harus detail menguraikan rincian kegiatan, misalnya pemateri, panitia, tempat pelaksanaan kegiatan dll.," ungkap Hasyim.
"Kementerian Keuangan RI sangat detail melakukan review dan sudah masuk ke harga satuan setiap kegiatan. Ini harus menjadi perhatian kita semua dalam rangka persiapan penyusunan program kerja untuk tahun anggaran 2021," tulis Hasyim via pesan whatshappnya.
Humas IAIN Parepare--Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah dan Komunikasi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah menggelar Ajang Kompetisi Skill dan Seminar Nasional (AKSI SEMNAS) dengan tema “Silaturarrahmi Dan Menata Lingkungan Di Era Industri 4.O Berbasis SDG’s” di gedung Auditorium Lama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Kamis (14/11).
Seminar tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Dr. Muhammad Saleh, M.Ag., Wakil dekan FUAD Dr. Iskandar, M.Sos.I., Kepala Dinas Tenaga kerja Kota Parepare mewakili Walikota Abd. Latif M. “seminar nasional yang dilaksanakan oleh HMJ Dakwah dan Komunikasi ini mengangkat isu terkait langkah-langkah dan upaya dalam mengimplementasikan program SDG’s serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya dilingkungan kampus dalam penerapan program SDG’s ini” tutur nahrul selaku moderator. Pembicara pertama pada kegiatan ini, Abd Latif M kepala dinas tenaga kerja kota parepare mewakili Walikota berbicara mengenai problematika lingkungan di Kota Parepare, serta menyampaikan permohonan maaf dari walikota karena tidak sempat hadir.
Kemudian pembicara kedua, wakil rektor III Muhammad Saleh berbicara tentang Kebijakan kebijakan Rektor IAIN Parepare tentang membatasi penggunaan plastik. Muhammad Saleh mengatakan bahwa memang dikampus IAIN sudah ada kebijakan-kebijakan terkait dengan lingkungan.
"Yang pertama itu tentang kebijakan yang terbit pada tahun 2018 tanggal 12 juli, tentang kawasan bebas rokok dilingkungan IAIN Parepare, seperti tidak boleh merokok diruang kerja dan diruang kelas" jelas saleh "Kemudian yang kedua adalah kebijakan pelaksanaan green kampus yang targetnya hingga tahun 2022 yang dilakukan secara bertahap" tutur warek III saat memberikan materi. Dan Pembicara Inti Pada seminar ini adalah Maria M. Purbaningrum, seorang fasilitator Pendidikan yayasan benih matahari dan Caloni SDG’s Indonesia, membawakan materi Lingkungan dan Gambaran SDG’s secara global.
Maria Mengatakan Bahwa SDG’s secara global memiliki 17 tujuan dan 169 Target yang dapat diaplikasikan secara universal. Mulai dari pemberian pendidikan yang berkualitas, kehidupan sehat dan sejahtera, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga pada pola konsumsi dan produktif yang berkelanjutan. Kemudian maria menambahkan bahwa untuk mencapai tujuan dari SDG's Perlu adanya kemitraan baik antara pemerintah, bisnis, akademisi dan tokoh masyarakat. "Akademisi khususnya pada perguruan tinggi seperti pada IAIN Parepare memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan SDG's melalui konstribusi akademisi dalam pengembangan dan penyempurnaan program SDG's". Ungkap Maria "Seperti pada kebijakan rektor mengenai kawasan bebas rokok dan pembatasan botol plastik ini masuk pada tujuan SDG's tentang pola konsumsi dan produktif yang berkelanjutan dan perlindungan ekosistem daratan yang berkelanjutan" tambahan lagi. Kemudian seminar ini ditutup oleh Dr. Ramli, M.Sos.I. sebagai pemateri terakhir membahas tentang dakwah dan pelestarian lingkungan, mengatakan bahwa sebenarnya apapun yang terjadi di lingkungan disebabkan karena perbuatan manusia itu sendiri. Ditinjau dari perspektif dakwah bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan sebagai bentuk dari ketakwaan manusia sebagai hamba Allah.
HUMAS IAIN Parepare--- Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Nurhakki bersama Andi Dian Fitriana, Dosen KPI IAIN Parepare mengikuti Focus Grup Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS), Senin (11/11/2019).
Keterangan: 2 Dosen KPI IAIN Parepare memakai baju putih. Nurhakki, M. Si (Kiri) dan Andi Dian Fitriana, M.I.Kom (kanan)
Kegiatan ini mengangkat tema Isu Strategis Program TIK tahun 2020 yang berlangsung di hotel Grand Kartika, kota Parepare.
Berbagai pihak diundang untuk hadir menjadi peserta mengukuti FGD ini mulai dari kalangan akademisi, pelaku usaha dan pemerintah pada beberapa instansi seperti Diskominfo Parepare, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Bapeda, Dinas Penanaman Modal dan PTSP.
“Media digital itu diharapkan meminimalkan disfungsi dan ekposure media digital yang tinggi dalam kehidupan masyarakat diharapkan berfungsi memajukan kehidupan dalam semua bidang,” ucap Nurhakki setelah mengikuti FGD tersebut.
Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional adalah lembaga multistakeholders di bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi yang dibentuk dan diketuai oleh Presiden Republik Indonesia. Dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014.
Dikutip dari website resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (https://www.setneg.go.id/), Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, yang selanjutnya disebut Dewan TIK Nasional.
Dewan TIK Nasional mempunyai tugas di antaranya; Pertama, merumuskan kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional, melalui pengembangan teknologi informasi dan komunikasi termasuk infrastruktur, aplikasi, dan konten.
Kedua, melakukan pengkajian, evaluasi, dan masukan dalam menetapkan langkah-langkah penyelesaian permasalahan strategis yang timbul dalam rangka pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Ketiga, melakukan koordinasi nasional dengan instansi Pemerintah Pusat/Daerah, Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah, Dunia Usaha, Lembaga Profesional, dan masyarakat pada umumnya dalam rangka pengembangan teknologi informasi dan komunikasi serta memberdayakan masyarakat.
Keempat, memberikan persetujuan atas pelaksanaan program pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang bersifat lintas kementerian agar efektif dan efisien. (hyn)
Humas IAIN Parepare --- Produktivitas dosen IAIN Parepare dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi cukup tinggi. Khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Hal tersebut terungkap dari Ketua LP2M, Muliati yang dilantik sebagai Ketua LP2M sehari sebelumnya. "Tahun ini, terdapat 23 dosen yang mengajukan penelitian dan pengabdian melalui Litabdimas," paparnya saat memberi sambutan pertamanya pada acara Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, yang digelar LP2M, Rabu, 13 November 2019.
Seminar ini digelar LP2M dengan mengagendakan pembahasan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen. Untuk menguatkan kajian dan metodologi penelitian tersebut, LP2M menghadir 3 orang reviewer, yaitu Dr. Muhammad Kamal Zubaer, M. Ag., Dr. Firman, M. Pd., dan Dr. Buhaerah, M. Pd.
Sementara dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang APK, Sitti Jamilah Amin meminta kepada jajaran LP2M untuk intensif melakukan sosialisasi program Litapdimas kepada dosen.
"Jadwal pusat terkait dengan litapdimas harus senantiasa di informasikan ke dalam grup LP2M, grup akademik lainnya dan juga sosialisasi di fakultas agar semua mendapatkan informasi tersebut.
"Outcome kegiatan penelitian dan pengabdian yang dapat meningkatkan akreditasi lemabaga antara lain; Buku, Jurnal terakreditasi, logbook, HKI dan laporan penelitian".
Selain itu, Sitti Jamilah Amin, berharap agar Ketua LP2M beserta jajarannya memperhatikan statistik peningkatan publikasi/luaran/pelaksanaan penelitian dan pengabdian dari tahun ke tahun.
Humas IAIN Parepare --- Produktivitas dosen IAIN Parepare dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi cukup tinggi. Khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Hal tersebut terungkap dari Ketua LP2M, Muliati yang dilantik sebagai Ketua LP2M sehari sebelumnya. "Tahun ini, terdapat 23 dosen yang mengajukan penelitian dan pengabdian melalui Litabdimas," paparnya saat memberi sambutan pertamanya pada acara Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, yang digelar LP2M, Rabu, 13 November 2019.
Seminar ini digelar LP2M dengan mengagendakan pembahasan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen. Untuk menguatkan kajian dan metodologi penelitian tersebut, LP2M menghadir 3 orang reviewer, yaitu Dr. Muhammad Kamal Zubaer, M. Ag., Dr. Firman, M. Pd., dan Dr. Buhaerah, M. Pd.
Sementara dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang APK, Sitti Jamilah Amin meminta kepada jajaran LP2M untuk intensif melakukan sosialisasi program Litapdimas kepada dosen.
"Jadwal pusat terkait dengan litapdimas harus senantiasa di informasikan ke dalam grup LP2M, grup akademik lainnya dan juga sosialisasi di fakultas agar semua mendapatkan informasi tersebut."
"Outcome kegiatan penelitian dan pengabdian yang dapat meningkatkan akreditasi lemabaga antara lain; Buku, Jurnal terakreditasi, logbook, HKI dan laporan penelitian".
Selain itu, Sitti Jamilah Amin, berharap agar Ketua LP2M beserta jajarannya memperhatikan statistik peningkatan publikasi/luaran/pelaksanaan penelitian dan pengabdian dari tahun ke tahun.