Kamis, 07 November 2019

Aplikasi "Lakedo Beraksi" Sangat Dibutuhkan oleh Dosen


Humas IAIN Parepare --- Sosialisasi dan uji coba proyek perubahan peserta Diklat PIM IV angkatan XXXIV berlangsung hari ini, Jumat, 8/11/2019 di Ruangan Seminar FUAD IAIN Parepare.









Nurmi, S. Ag., MA., selaku peserta Diklat PIM sedang membuat program aplikasi pelayanan kepegawaian, khususnya untuk administrasi dosen. Aplikasi layanan yang dibuat adalah Laporan Beban Kinerja Dosen Berbasis Aplikasi Online, disingkat Lakedo Beraksi.





Lakedo Beraksi adalah aplikasi online yang disiapkan untuk dosen dalam membuat laporan beban kinerja. "Aplikasi ini dibuat dan diperuntukkan kepada dosen. Jadi aplikasi ini dapat ber- aksi jika teman-teman dosen menggerakkan atau menggunakannya. Kami hanya menyiapkan dan membuatkan aplikasinya", kata Nurmi kepada peserta sosialisasi.





Kepala Biro AUAK, Hj. Musyarrafah Amin yang bertindak sebagai supervisor menyampaikan bahwa setiap peserta Diklat PIM diwajibkan untuk membuat program proyek perubahan. "Kami mengarahkan agar setiap peserta membuat proyek perubahan yang bermanfaat bagi lembaga dalam jangka waktu yang panjang. Aplikasi Lakedo Beraksi yang dirangcang ibu Nurmi ini diharapkan memberikan manfaat, khususnya kepada dosen dalam membuat laporan kinerjanya", paparnya saat memberi sambutan.





Sementara, Wakil Rektor Bidang AUPK, H. Sudirman L., menyatakan salut kepada Nurmi sebagai peserta Diklat PIM yang menurutnya telah menghasilkan suatu aplikasi yang sangat bermanfaat bagi lembaga. "Aplikasi Lakedo Beraksi ini sangat bermanfaat. Jika dulu dosen membuat laporan kinerja dosen dibuat secara manual, sehingga agak sulit dan rumit. Maka dengan adanya aplikasi ini, dosen pasti terbantu dan tidak perlu lagi kesulitan dalam mengumpulkan dokumen-dokumennya", paparnya.





H. Sudirman L., juga memberikan apresiasi dan pujian kepada Kepala Biro AUAK yang menurutnya, berandil besar terciptanya banyak karya-karya perubahan yang menumental dan bermanfaat bagi lembaga. "Di sini ada peran dan kontribusi besar ibu Kabiro dalam memberikan bimbingan, sehingga mereka mampu melahirkan produk yang sangat bermanfaat", puji Wakil Rektor Bidang AUPK ini.


Selasa, 05 November 2019

Manajemen dan Tata Kelola Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam


Humas IAIN Parepare--Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Fakultas syariah dan Ilmu Hukum Islam melaksanakan kegiatan Manajemen dan Tata Kelola di ruang seminar lantai 2 gedung Fakshi dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang AUPK, Pimpinan Fakultas , dosen dan staf Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam,  selasa (05/11).





Guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dedi Djubaidi, M.A. menjadi pemateri pada kegiatan ini. Prof. Dedi, menjelaskan tak perlu terlalu banyak menjelaskan mengenai  manajemen tata kelola karena sesungguhnya kepala Biro yang lebih tahu menahu mengenai hal terebut.









Prof. Dedi menambahkan bahwa yang perlu ditambahkan adalah
menyisipkan ruh tanggung jawab dan amanah.





“Karena sebagus apapun manajemen dan tatakelola suatu instansi tanpa adanya tanggung jaawab dan sikap amanah maka tidak akan efektif” ungkapnya saat memberikan materi.









Selain itu Prof Dedi juga menjelaskan bahwa yang terpenting itu seorang pemimpin itu harus bisa merangkul semua jajarannya.





“dan upaya yang paling efektif itu dengan pendekatan
personal pemimpin kepada seluruh jajarannya serta untuk menjadi seorang
pemimpin itu harus banyak-banyak melayani agar nantinya juga bisa dilayani
tambahnya lagi.


Bangkitkan Semangat Dosen Raih Gelar Professor


Humas IAIN Parepare --- Guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. H. Dedi Djubaidi, MA., mendorong dan memotivasi dosen-dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi) IAIN Parepare. Dedi Djubaidi berbicara di forum akademic writing yang digelar di ruang seminar Fakhsyi, Rabu, 6/11/2019.









Mantan Direktur Pendidikan Madrasah Pendis Kemenag RI., ini mendorong dosen IAIN Parepare untuk meraih gelar professor (guru besar). "Saya mengajak bapak/ibu berikrar untuk meraih gelar professor secepatnya. If you can dream it, then you can do it. Bermimpilah untuk menjadi professor, karena dengan mimpi itu maka kita pasti melakukannya," paparnya memberi semangat.





Prof. Dedi memotivasi dengan mengisahkan perjalanan seorang dosen filsafat yang kehilangan kesempatan untuk memperistri seorang perempuan cantik. "Dosen filsafat ini gagal karena terlambat mengambil keputusan. Tidak atau terlambat mengambil keputusan, maka kita akan kehilangan peluang dan kesempatan yang lebih baik".





"Kita harus berani melakukan perubahan. Jangan pernah ragu dan menyesalkan keadaan sekitar kita. Cepatlah mengambil keputusan dan lakukan perubahan. Jika mau professor, putuskan!!"demikian kata Prof. Dedi Djubaidi yang disampaikannya dengan sangat santai dan sedikit humor. Gaya dan style Prof. Dedi dalam menyampaikan materinya cukup mendapat perhatian dan menarik bagi para peserta.





Materi utama yang disampaikan Forum Akademic Writting Prof. Dedi Djubaidi terkait dengan penulisan jurnal atau karya ilmiah lainnya. Andi Bachri bertindak sebagai moderator. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang AUPK, H. Sudirman L., Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Muliaty, Wakil Dekan, Budiman dan Agus Muchsin.


Senin, 04 November 2019

Pengembangan Parawisata Syariah Indonesia Diseminarkan di Kampus IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare --- Apakah sesungguhnya parawista syariah itu? Jawaban dari pertanyaan di atas mengemuka pada acara Seminar Parawisata yang digelar oleh Program Studi Parawisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam hari ini, Selasa, 5/11/2019 di gedung Perputakaan lantai 5.









Seminar Parawisita ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si., (Kepala Dinas Parawisata Kota Parepare) dan Muhammad Arifin M. Salim, M.Pd.,Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Akademik Politeknik Parawisata Makassar). Keduanya berbicara secara bergiliran di depan mahasiswa dan dosen Prodi Parawisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare. Suryadi Kadir bertindak sebagai moderator dalam seminar ini.





Dalam pembahasannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Politeknik Makassar, Muhammad Arifin menguraikan istilah pariwisata syariah memang istilah baru dalam dunia pariwisata. Beberapa istilah lain yang bermakna senada antara lain Islamic Tourism, Halal Friendly Tourism Destination, Halal Travel, Muslim-Friendly Travel Destinations, atau halal lifestyle.





Konsep wisata syariah menurutnya, lebih luas dari wisata reliji, dimana kalau wisata reliji didefinisikan sebagai wisata dalam kerangka kepentingan ibadah/agama, misalnya haji dan umroh ke tanah haram, atau sebagian umat Islam berziarah ke makam-makam para wali/aulia/tokoh agama.





Adapun wisata syariah mengandung konsep yang lebih luas, yaitu pariwisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Dalam industri pariwisata terdapat banyak aspek dan pelaku yang terlibat, misalnya hotel dan akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, fasilitas ibadah, dan tentu obyek wisata itu sendiri. Seluruh aspek ini haruslah tidak bertentangan dengan syariah, sederhananya halal dan toyyib.





Sementara itu, Kepala Dinas Parawisata Kota Parepare, Amarun Agung Hamka diawal materinya mengungkapkan harapannya untuk membangun sinergisitas antara Dinas Parawisita Kota Parepare dengan IAIN Parepare, khususnya Prodi Parawisita Syariah dalam mendorong dan menciptakan Parepare sebagai kota wisata.





"Kami sedang mengembangkan beberapa program wisata di kota Parepare. Misalnya "laoki mae Parepare". Program ini dihadirkan untuk mendatangkan wisatawan ke kota Parepare. Tentunya, kami membutuhkan sinergisitas dengan masyarakat, termasuk Prodi Parawisata IAIN Parepare untuk menyukseskan program tersebut," kata Amarung yang menjadi Kepala dinas termuda, dengan usia 36 tahun.





Seminar Parawisata ini dibuka oleh Wakil Rektor IAIN Parepare, Sitti Jamilah Amin. Dalam acara pembukaan, Wakil Rektor ini mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai acara yang sangat penting dalam mewujudkan eksistensi dan pengembangan Prodi Parawisata Syariah sebagai Prodi Baru. "Seminar ini penting dan seharusnya dosen-dosen kita antusias mengikuti acara seperti ini," katanya. "Ke depannya, pimpinan berobsesi untuk menjadikan Program Studi Parawasita sebagai salah satu prodi unggulan di IAIN Parepare".





Hadir dalam acara pembukaan Seminar Parawisata ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Muh. Kamal Zubaer, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, KH. Abd. Halim K., Ketua Prodi Parawisata Syariah, Arqam, dan Kasubag KHM, Suherman Syach.


Prof. Dedi Djubaidi Ajak Generasi Milenial Berperilaku Rahmatan lil Alamin


Humas IAIN Parepare --- Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare menggelar Kuliah Dosen Tamu di Gedung Seni Budaya, Senin, 4/11/2019. Hadir sebagai dosen tamu adalah Direktur Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaidi, MA. Beliau sedang mengikuti Program Sabbatical Leave Tahun 2019.









Kegiatan Kuliah Dosen Tamu ini dihadiri sekitar 300 generasi milenial dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Selain itu, hadir pula pejabat dan dosen-dosen Fakultas Tarbiyah. Kuliah ini mengangkat tema "Agen Pemahaman Moderasi Beragama untuk Generasi Milenial".





Dalam acara pembukaan, Dekan Fakultas Tarbiyah, Saefudin mengenalkan Prof. Dedi Djubaidi sebagai akademisi senior yang sarat pengalaman. Saefudin menyebut deretan karir dan jabatan beliau yang cukup panjang di lingkungan Kemenag RI merupakan indikator dari kapasitas dan dedikasi Prof. Dedi.





"Prof. ini pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua III, Pembantua Ketua IV, dan Direktur Pascasarjana STAIN Cirebon. Karir beliau terus berlanjut menjadi Rektor IAIN Ambon (2008/2011). Selanjutnya pernah mengurus madrasah se- Indonesia ketika menjabat Direktur Pendidikan Mandrasah Pendis Kemenag RI. Saat ini, Prof. adalah Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Ciribon," kata Saefudin mengurai jabatan dosen tamunya.





"Kami berharap, Prof. Dedi memberikan semangat, motivasi, pengalaman dan ilmu pengetahuannya kepada kami. Khususnya kepada mahasiswa sebagai generasi milenial dalam menjalani kehidupan mereka," demikian harapan Dekan Fakultas Tarbiyah kepada Prof. Dedi Djubaidi.





Kurang lebih dua jam, Dedi Djubaidi berbicara dalam kuliah tamu ini. Beliau mengurai pokok-pokok pikirannya terkait eksistensi, peran, dan tantangan masa depan generasi milenial. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengajak generasi milenial untuk menanamkan pola pikir dan pola perilaku yang terbuka dan moderat dengan mencontoh perilaku Rasulullah Saw.





"Ketika terjadi fathul makkah, ada peristiwa provokatif yang dialami Rasulullah. Pada saat umat Islam merayakan pembebasan kota Makkah dengan meneriakkan "yaumul marhamah" (hari kasih sayang). Ada seorang pemuda berteriak "yaumul "malhamah" (hari pencincangan) dari atas bukit. Teriakan pemuda tersebut membuat sahabat Rasulullah terprovokasi dan menghunus pedang masing-masing".





"Melihat sahabat-sahabatnya terprovokasi, Rasulullah Saw bersikap tenang dan meredam emosi sahabatnya. Rasulullah meminta sahabat untuk tidak terpancing dengan teriakan provokatif tersebut dengan alasan yang masuk akal. Hasilnya sahabat Rasulullah kembali tenang dan memasukkan kembali pedang ke gagangnya masing-masing", kisah Wakil Ketua LPTNU PB NU dihadapan mahasiswa.





Kisah tersebut diketengahkan Prof. Dedi Djubaidi melihat fenomena masyarakat hari ini yang cepat terprovokasi. "Hanya melihat pernyataan atau isu-isu tidak jelas melalui whatshap, facebook dan medsos lainnya, kita langsung emosional, marah atau tepecah belah".





Menurutnya, ada 3 type perilaku manusia, yaitu 1) orang senang menyalahkan orang lain, 2) tidak menyalahkan orang lain, tetapi belajar menyalahkan dirinya sendiri, dan 3) orang tidak menyalahkan menyalahkan siapa-siapa. Type orang yang ke- 3 menurut Prof. Dedi adalah orang yang bijak. Sementara type yang ke- 2 adalah orang sedang/mau belajar.





Beliau mengajak generasi milenia, jika belum bisa menjadi orang bijak, maka jadilah orang yang mau belajar dan tidak menyalahkan orang lain. "Islam ini adalah rahmatan lil alamin. Islam mengedepankan kasih sayang. Jika karakter ini dimiliki maka hidup ini menjadi tenang dan bahagia. Jika rahmat itu dominan, maka tidak ada lagi orang yang menakuti dan membuat sedih orang lain".





"Mulai dari Surah al- Fatihah sampai Surah an- Naas dalam al- Quran adalah pentunjuk. Ajaran-ajaran di dalamnya adalah pedoman alam semesta. Jika diamalkan maka akan membentuk karakter yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Karakter-karakter itulah yang disebut perilaku moderat. "Jadi marilah kita menunjukkan kepada siapa pun dan kepada dunia, bahwa generasi milenia lebih memilih karakter "rahmah" kasih sayang" paparnya mengajak mahasiswa.


Tarbiyah gelar Workshop Academic Writing


Humas IAIN Parepare--Dalam rangka meningkatkan kualitas dan keahlian
mahasiswa dalam membuat karya ilmiah terutama dalam pembuatan skripsi, fakultas
tarbiyah menyelenggarakan workshop Academic 
writing bagi mahasiswa tarbiyah di ruang seminar lantai dua gedung
tarbiyah, minggu (03/11).





Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WITA, diawali dengan perkenalan pemateri academic writing  oleh dekan fakultas tarbiyah Dr. H. Saepuddin, S.Ag, M.A. kemudian dilanjutkan dengan materi oleh prof.Dr. Dedi Djubaedi, M.A.









Materi yang disampaikan oleh
Prof.Dedi, yang pertama adalah dengan membuka pikiran positif agar kegiatan
workshop ini dapat berjalan dengan lancar yang diawali dengan mengajak peserta
berdiri serta bersama-sama membaca doa.





Kemudian prof. Dedi juga
menyampaikan sebuah kisah inspriatif bahwa untuk menulis sebuah karya ilmiah
intinya tidak pernah ragu dan tidak pernah menyesal.





“tidak pernah ragu untuk memulai
sesuatu jangan dan tidak pernah menyesal untuk melaksanakan sesuatu” ungkapnya.





Selanjutnya, masuk materi inti, Prof. Dedi menyampaikan bahwa mahasiswa yang ingin membuat karya ilmiah terutama penyelesaian skripsi, yang pertama adalah membuat draft sesuai dengan penelitian yang ingin di teliti oleh mahasiswa, kedua adalah mencari jurnal jurnal yang sesuai dengan yang diangkat oleh mahasiswa.









“bagi mahasiswa calon S1 sebanyak-banyaknya 20 jurnal sebagai bahan rujukan sedangkan bagi mahasiswa S2 sebanyak 50 jurnal dan mahasiswa S3 sebanyak 100 judul jurnal” tambahnya saat memberikan materi.





Adapun kegiatan workshop berjalan
lancar hingga akhir kegiatan, dimana diikuti bukan hanya mahasiswa saja tetapi
juga ada dari mahasiswa pascasarjana dan dosen dari fakultas tarbiyah.


Minggu, 03 November 2019

Gelar Literasi Keuangan, BNI Kenalkan Produk Syariah di Kampus


Humas IAIN Parepare--Sosialisasi BNI Syariah Cabang Kota Parepare disambut baik oleh pimpinan IAIN Parepare dalam hal ini diwakili oleh wakil rektor bidang Administrasi dan keuangan lembaga Dr. Sudirman dan kepala Biro AUPK Hj. Musyarrafah Amin di gedung balai seni dan budaya IAIN Parepare,jumat (0/11).






Kedatangan pihak BNI Syariah ke kampus IAIN Parepare dalam rangka kegiatan literasi keuangam syariah dan sosialisasi serta penawaran produk BNI Syariah di ruang lingkup IAIN Parepare.










Sosialisasi ini selain dihadiri oleh pimpinan dan pegawai IAIN Parepare, juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari berbagai fakultas di IAIN Parepare.
Dwi Priandi, selaku Operasional Manager BNI Syariah Parepare menyampaikan bahwa kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai literasi keuangan syariah
Dwi juga memjelaskan bahwa ada beberapa produk yang ditawarkan kepada pegawai IAIN adalah salah satunya Hasanah Card IB Hasanah, solusi kartu pembiayaan untuk pegawai IAIN Parepare yang dapat berfungsi sebagai kartu kredit yang berdasarkan prinsip syariah untuk Mendapatkan barang yang konsumtif dan halal.






Kemudian ada paket Fleksi Umrah IB Hasanah yang ditawarkan kepada pegawai sebagai solusi untuk yang ingin bersegera memperoleh manfaat jasa paket perjalan ibadah umrah.
"Intinya penggunaan produk BNI Syariah ini sesuai dengan tuntutan syariah serta penggunaannya bisa dilakukan di outlet-outlet halal" tambahnya.
Dan terakhir kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BNI Syariah berjalan lancar hingga selesai uang ditandai dengan penyerahan cendera mata oleh BNI Syariah kepada IAIN Parepare.