Senin, 10 Juni 2019

Halal Bi Halal IAIN Parepare, Rektor Ajak Pahami Moderasi Beragama



Humas IAIN Parepare - Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Halal bi halal di Aula IAIN Parepare, Senin 10 Juni 2019. Dihadiri oleh ratusan orang yang terdiri dari mahasiswa, pegawai, dosen dan pejabat lingkup IAIN Parepare.









Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mengajak sivitas akademik IAIN Parepare untuk memahami moderasi beragama.
“IAIN Parepare selain pengembangan riset penelitian juga turut mengembangkan moderasi beragama” ucapnya.
Ahmad juga berharap agar IAIN Parepare dapat memberi contoh kepada masyarakat wilayah Ajatappareng terkait moderasi agama.










Berawal dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang moderasi agama. Hal ini dilakukan dalam rangka meredam tindakan radikalisme dan ektrimisme.
Dilansir dari kemenag.go.id, moderasi agama adalah bagaimana agama disikapi, dipahami kepada esensi dan substansi agama itu sendiri.
Pemahaman akan substansi dan esensi agama yang baik, menurut Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin akan berdampak pada bagaimana masyarakat melihat keragaman.
Masih adanya perbedaan sikap dalam memahami keragaman, menurut Menag ini berkaitan dengan wawasan yang dimiliki. Termasuk, munculnya radikalisme dan ekstremisme muncul karena adanya keterbatasan wawasan.






Sementara pembawa hikmah halal bihalal , Islamul Haq yang merupakan dosen IAIN Parepare mengingatkan agar tetap senantiasa memperbaiki ibadah yang berkesinambung dengan akhlak.
“Tidak ada nilainya suatu ibadah jika tidak membawa pengaruh terhadap akhlak kita,” ucapnya.










Sabtu, 01 Juni 2019

IAIN Parepare akan Jadi Pilot Project Pelaksanaan Penataran P4


Humas IAIN Parepare--- Tepat pukul 08.00 wita, Sabtu, 1 Juni 2019, upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila dalam lingkup kerja IAIN Parepare dimulai. Bertempat di pelataran gedung Zona Akreditasi, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan bertindak sebagai inspektur upacara.










Meski dalam keadaan hujan gerimis, seluruh civitas akademika IAIN Parepare tetap antusias berkumpul dan menghadiri upacara. Mulai dari pimpinan institut, pimpinan fakultas, unit pelaksana teknis, dosen, CPNS, sampai kepada satpam dan clening service. Mereka dengan semangat dan jiwa patriotisme mengikuti upacara dengan hikmat dalam keadaan basah.










Rektor IAIN Parepare selaku Inspektur upacara usai membacakan sambutan seragam Kepala BPIP menyampaikan beberapa arahannya. Salah satunya, Rektor menyatakan komitmennya untuk mengintenalisasikan nilai-nilai Pancasila di kampus. IAIN Parepare akan concern terhadap pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Hal itu telah dibuktikan, ucap Rektor, dengan dihadirkannya satu lembaga khusus dalam Ortaker IAIN Parepare, yaitu Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN).










Melalui lembaga yang dipimpin Drs. Muzakkir, M. Ag ini, IAIN Parepare akan mendorong idiologisasi Pancasila sebagai nilai-nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya bagi civitas kampus dan bagi bangsa Indonesia pada umumnya. Tanggungjawab itu akan diambil sebagai bagian tugas akademik dan pengabdian perguruan tinggi terhadap bangsa dan negara. Kampus akan menjadi garda terdepan dalam pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.










"Saya bersama Kepala PSPBN tengah mengkaji dan merencanakan untuk kembali menghidupkan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Insyaallah IAIN Parepare akan menjadi Pilot Project penataran P4 untuk Perguruan Tinggi di Indonesia," papar Rektor dalam sambutannya.





Menghidupkan kembali pelaksanaan Penataran P4 diyakini sebagai langkah strategis dalam upaya membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai Idiologi berbangsa dan bernegara, khususnya bagi kalangan civitas akademika kampus.










Keinginan Rektor untuk menjadi Pilot Project Penataran P4 disambut optimis civitas kampus. Ketua Senat mahasiswa, Musriadi yang dimintai pendapatnya melalui telpon selulernya memberikan respon positif terhadap gagasan Rektor untuk menghidupkan kembali penataran P4 di kampus. Hal senada disampaikan Hasmiah, dosen pengampuh mata kuliah Pancasila pada Fakultas Tarbiyah. "Saya sangat setuju dengan gagasan pak Rektor untuk mengadakan penataran P4 di Kampus. Penataran P4 sangat penting untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya dikalangan mahasiswa," ujar Hasmiah.










Dalam rangkaian upacara bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Rektor juga menyerahkan SK Menteri Agama RI tentang pengangkatan CPNS dalam lingkup IAIN Parepare. SK CPNS ini diserahkan kepada 10 orang CPNS dosen yang dinyatakan lulus pada seleksi CPNS Kemenag RI tahun 2018. Penyerahan SK CPNS ini untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya telah serahkan kepada 23 CPNS. Mereka yang menerima SK CPNS adalah yang lulus dengan pengsyaratan kualifikasi nilai cumlaude.


Rabu, 29 Mei 2019

Dialog Akademik: Direktur PTKI sebut IAIN Parepare layak jadi Universitas Sains


Humas IAIN Parepare - IAIN Parepare melaksanakan silaturahmi dan dialog Akademik yang
dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Mesjid Alwasilah kampus IAIN Parepare,
Kemarin, Rabu 28/05/2019. Kegiatan ini dimulai pukul 16.00 hingga menjelang
waktu berbuka puasa.





Dialog akademik ini dihadiri oleh unsur pimpinan, Dosen, Pegawai dan tenaga kontrak. Turut hadir juga Direktur PTKI, Prof. Dr.M.  Arskal Salim Gp, MA yang turut memberikan apresiasi mengenai cita-cita dari rektor IAIN Parepare untuk berubah menjadi Universitas.









Arskal Salim ketika memberikan arahan mengatakan “Sejak awal berdirinya IAIN Parepare ini melihat bahwa sekarang IAIN sudah begitu besar, dimana  Cikal bakalnya tumbuh berawal dari fakultas tarbiyah IAIN Alauddin Makassar kemudian tumbuh dan tumbuh terus menjadi besar.”









Oleh karena itu Direktur PTKI sangat mengharapkan kepada semua sivitas akademik untuk mengapresiasi harapan dan cita-cita yang  diinginkan oleh pimpinan dan bergerak bersama-sama untuk mencapai cita-cita tersebut.Sesuai Visi dari direktorat Perguruan Tinggi dari renstra Direktorat  PTKI 2020-2024. Direktur PTKI menambahkan “Visi PTKI adalah menjadikan  PTKIN sebagai pusat pendidikan dan kajian islam moderat dengan mengkokohkan model akulturasi islam dan sains yang inovatif dan bekersama.”





Arskal
Salim menyampaikan bahwa Keinginan rektor IAIN Parepare ini sudah sejalan
dengan visi Dirjen PTKI ini. Dimana rektor IAIN sudah melihat kedepan bagaimana
dari arah perkembangan IAIN Parepare.





“untuk
meraih cita cita tersebut ada beberapa kebijakan yang perlu ditempuh potensi
keilmuan melalui sains dan teknologi dapat dilakukan dengan 6 cara. Mengapa di
anggap penting?, agar semua civitas akademik dapat bersama-sama mempunyai
tujuan tujuan yang sama dan seiramah.” Ujarnya





Jangan
sampai ada PTKIN yang memiliki tujuan yang melenceng dengan tujuan direktorat
PTKI. Sehingga perlu memperhatikan  ke
enam cara tersebut.





Arskal
menjelaskan “pertama, itu Perluasan Akses yang terkendali dan berpendidikan, Akses
ini sudah ada yaitu melalui transformasi STAIN Parepare menjadi IAIN Parepare.  Kedua,Peningkatan izin akreditasi, akreditasi
prodi perlu terus diperhatikan ditingkatkan dan didampingi saat mendapatkan
akreditasi, jadi PTKIN yang masih Akreditasi C Program studinya ini perlu
perhatian.





Ketiga, Peningkatan kualitas dosen dari tingkat muda ke Lektor kemudian dari Lektor ke Lektor Kepala dan seterusnya. Keempat, Akselerasi guru besar. Kelima, Peningkatan tata kelolah yang baik dengan sistem penjaminan mutu internal, dan yang terakhir keenam, adanya Relevansi program studi dan Pasih. Dimana program studi relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Jelas Arskal Salim ketika memberikan arahan pada Dialog Akademik kemarin.









Kemudian
pada sambutan rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si, juga mengatakan
bahwa “kita harus melihat bagaimana arah perubahan IAIN parepare Kedepannya.”
Ahmad Sultra rustan juga berharap “IAIN Parepare Bisa berubah bentuk menjadi Universitas
sains  Kota Parepare, seperti Universitas
yang ada di negeri tetangga Malaysia.”





Selanjutnya
Acara dialog ini ditutup dengan tauziyah oleh Dr. H. Suarning, dan dilanjutkan
buka puasa bersama serta shalat magrib berjamaah.


Selasa, 28 Mei 2019

Direktur PTKI Mengapresiasi Pelaksanaan UM PTKIN di IAIN Parepare


Humas IAIN Parepare--- Pelaksanaan ujian UM PTKIN - IAIN Parepare pada tahun ini terasa istimewa. Keistimewaannya karena Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI., Prof. Dr. H. Arskal Salim datang langsung ke kampus IAIN Parepare melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan ujian UM PTKIN - IAIN Parepare, Selasa, 28 Mei.










Direktur PTKI ini tiba sekitar pukul 09.00 wita di kampus IAIN Parepare dan disambut oleh Rektor, Ahmad Sultra Rustan bersama dengan pimpinan kampus lainnya di ruang Rektorat. Selang beberapa menit, Direktur PTKI didampingi Rektor IAIN Parepare langsung menuju ke lokasi ujian. Mereka meninjau dan memantau secara bersama pelaksanaan UM PTKIN - IAIN Parepare yang berada pada tiga lokasi berbeda.










Awalnya, mereka berkunjung ke ruangan peserta ujian jurusan IPA/IPC di gedung perkuliahan FUAD dan selanjutnya ke ruangan laboratorium komputer untuk melihat peserta yang mengukuti ujian melalui sistem Computer Basic Text (BCT). Setelah itu, mereka melanjutkan pantauannya di gedung Auditorium. Lokasi ini adalah pusat pelaksanaan ujian karena menampung sekitar 960 peserta ujian.










Di tempat ini, kujungan Direktur PTKI, Prof. Dr. H. Arskal Salim terbilang lama, sekitar 1 jam. Beliau berkeliling dalam gedung yang berkapasitas 2.000 kursi dan menyaksikan langsung peserta yang sedang serius menjawab soal-soal ujian. Sambil bercengkrama dengan Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan, Direktur PTKI mengecek dan memerhatikan langsung situasi ujian dari atas balkon lantai 2 gedung Auditorium.





Menurut Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan, Direktur PTKI sangat mengapresiasi pelaksanaan ujian UM PTKIN - IAIN Parepare yang terlaksana dengan aman dan lancar. Konsolidasi, koordinasi dan kerjasama semua elemen kampus, khususnya panitia, pengawas, dan pimpinan kampus sehingga ujian ini terlaksana dengan sukses.










Secara umum, pelaksanaan ujian UM PTKIN - IAIN Parepare berjalan dengan baik, aman dan lancar. Hampir tidak ada permasalahan serius yang dihadapi panitia, pengawas dan peserta ujian. Panitia lokal cukup lincah dan responsif dalam melayani peserta, baik dalam memberikan informasi mau pun mengatasi aduan peserta. Sesuai dengan jadwal yang beredar, pelaksanaan ujian ini selesai pada pukul 13.00 wita.










Kehadiran Direktur PTKI ini disambut suka cita oleh seluruh civitas akademika IAIN Parepare. Mereka merasa surprise atas kedatangan Direktur PTKI untuk hadir bersama mereka saat melaksanakan tugas sebagai pengawas pada pelaksanaan ujian UM PTKIN - IAIN Parepare.






"Kunjungan beliau cukup spesial. Sebagai warga kampus, tentu saja kami berbangga hati. Kampus kami, kembali kedatangan pejabat penting dari Kementerian Agama RI," kata Sunandar, salah satu pejabat administrasi yang bertugas sebaga pengawas ruangan.










Rencananya, Arskal Muin akan memberikan pencerahan ilmiah kepada civitas akademik IAIN Parepare pada acara yang dikemas dalam Dialog Akademik dan Silaturrahim yang akan digelar sore harinya pada pukul 16.00 wita di Mesjid kampus Al-Wasilah. Acara ini akan dirangkaikan dengan buka puasa bersama.


Senin, 27 Mei 2019

Tingkatkan Sinergitas dengan Olah hati dan Olahraga, PORMA Gelar Buka Puasa Bersama


Humas IAIN Parepare - Keluarga besar Persatuan Olahraga Mahasiswa (PORMA) IAIN Parepare melaksanakan Kegiatan Dialog dan buka bersama. Kemarin, Pada hari sabtu. 25/05/2019. Dengan mengusung tema “Sinergitas Olah Hati dan Olah Raga.









Dialog ini digelar di Auditorium IAIN Parepare dengan Menghadirkan sebagai narasumber yaitu Wakil rektor Bidang Kemahasiswan dan Kerjasama, Dr. Muhammad Saleh, M.Ag., dan pembina Porma, Dr. Fikri, S.Ag., M.HI .









Ketua Porma, Amiruddin menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk menghadirkan kebersamaan dibulanyang penuh berkah.“tujuan dari kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahmi dan mempererat kebersamaan dibulan suci ramadhan ini” ungkapnya.





warek
III Dr. Muhammad Saleh, M.Ag., sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan
ini. Ia juga menyampaikan bahwa “Olah hati dan Olah raga merupakan perpaduan
yang apik untuk melahirkan sosok olahragawan yang profesional, serta menjunjung
Sportivitas”.





Lebih lanjut Warek III juga menyampaikan bahwa dengan olahpikir dan olahraga  ini juga akan berpengaruh langsung pada kecerdasan seseorang, sehingga sepantasnya olahragawan itu cerdas, dan dapat menyelesaikan studi tepat waktu”.









Kegiatan
ini awalnya dijadwalkan  pukul 16.00 WITA
namun karena bertepatan dengan kegiatan lain sehingga molor sampai pada pukul
17.00 WITA. dihadiri juga oleh ketua Dewan Mahasiswa serta pengurus UKM lainnya
yang berada di lingkup IAIN Parepare.


Pengumuman Hasil Tes Masuk Asrama Kampus IAIN Parepare (Jalur SPAN PTKIN)








Cek Lokasi Ujian, Calon Mahasiswa; Wow... Kampus IAIN Keren!!!


Humas IAIN Parepare--- Persiapan ujian Nasional UM PTKIN yang dipusatkan di IAIN Parepare dinyatakan final dan rampung hari ini. Berbagai persiapan telah maksimalkan oleh panitia, termasuk ruangan ujian dan segala kelengkapannya.










Seperti yang diinformasikan sebelumnya, tempat pelaksanaan ujian UM PTKIN di IAIN Parepare di pusatkan di tiga tempat. Peserta yang mengikuti ujian melalui tes tertulis akan menempati gedung Auditorium dan gedung perkuliahan FUAD, sementara yang ujian melalui Computer Basic Test (CBT) akan berlangsung di Laboratorium Komputer di Gedung TIPD.










Hari ini, Senin, 27 Mei, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan bersama dengan Wakil Rektor Bidang AUPK, Sudirman L., mengecek dan memantau tempat pelaksanaan ujian di gedung Auditorium. Beliau dengan teliti mengecek kursi dan nomor tes peserta yang tertempel sambil sesekali bertanya kepada panitia. Rektor bahkan secara runtut memeriksa kursi mulai dari belakang ke ujung depan yang ada di lantai 1 dan lantai 2.










Wakil Rektor Sudirman L., mengingatkan panitia agar tidak lupa membuat petunjuk posisi (denah) tempat ujian pada pintu masuk, khususnya yang berada di lantai 2. Beliau khawatir, jika ada peserta yang belum mengecek tempat duduknya pada hari sebelumnya, akan kelabakan mencari kursinya pada hari H.










Secara keseluruhan, persiapan pelaksanaan ujian UM PTKIN sudah final dan rampung. Pengawas, tempat, alat ujian dan tes, peserta dan perangkat lainnya sudah siap semuanya. Hari ini, para pengawas dan peserta sudah berdatangan di lokasi ujian untuk memperjelas posisi mereka masing-masing.










Peserta yang akan ujian UM PTKIN di kampus IAIN Parepare berjumlah 1.382 orang. Mereka berdatangan dari wilayah Ajatappareng dan sekitarnya. Hanya saja, tidak semua yang ikut ujian di sini, mendaftar di IAIN Parepare, melainkan mendaftar di kampus lain. Sebaliknya, banyak yang mendaftar di IAIN Parepare tetapi mengikuti ujian di kampus lain, misalnya di UIN Makassar, IAIN Palopo dan lain-lain.






Para peserta yang dimintai keterangannya saat mengecek lokasi di Auditorium mengakui puas dan takjub dengan tempat ujian. "Saya merasa suprise dengan tempat ujian. Ruangan ini sangat megah, ibarat berada di stadion bola di Eropa, waaoo!!! kampus IAIN Parepare keren," ujar Faisal, salah satu peserta ujian.





"Saya jadi bangga mendaftar di kampus IAIN, ternyata gedung-gedungnya bertingkat," sela teman Faisal lainnya, yang mengaku bernama Erwin. Menurutnya, mereka datang jauh dari pedalaman di kabupaten Pinrang, tepatnya di kampung Loka yang terletak di daerah pegunungan Pinrang.










Mereka mengaku puas setelah berkeliling kampus. Awalnya, mereka mengira kampus IAIN Parepare biasa-biasa saja, tapi nyatanya justru luar biasa dengan gedung-gedung perkuliahan yang bertingkat. "Sebagai orang dari kampung, kami bangga, mudah-mudahan bisa lulus dan kuliah di kampus ini," ungkap Erwin penuh harap.